PHM Tambah Produksi Gas 22,51 MMSCFD dari Proyek JSN
Jum'at, 17 Juni 2022 - 16:35 WIB
loading...
PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) sukses melaksanakan kegiatan on stream gas dari anjungan kedua Proyek Jumelai, North Sisi, North Nubi (JSN). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) pekan lalu berhasil melaksanakan kegiatan on stream gas dari anjungan kedua Proyek Jumelai, North Sisi, North Nubi (JSN), WPS-3, di Lapangan Sisi Nubi, Kabupaten Kutai Kertanegara. Setelah kesuksesan onstream dari anjungan pertama JML1, aliran gas perdana dari anjungan WPS-3 ini menambah produksi gas dari Proyek JSN yaitu dari sumur SS-301 sebesar 22,51 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd).
General Manager PHM Krisna mengatakan bahwa keberhasilan mengalirkan gas dari proyek JSN ini, baik dari anjungan pertama dan kedua, merupakan wujud komitmen perusahaan untuk merealisasikan program kerja yang didukung oleh diterimanya persetujuan insentif migas dari pemerintah.
Baca Juga: On Stream, Proyek Jumelai PHM Diproyeksi Tambah Produksi Gas 45 MMSCFD
“Sejak persetujuan insentif migas diberikan di tahun 2021 lalu, seluruh jajaran manajemen dan pekerja PHM terus melakukan berbagai langkah strategis untuk merealisasikan program kerja yang telah disetujui. Selain meningkatkan jumlah aktivitas pengeboran, Kami berhasil menemukan sumber cadangan migas baru dari kegiatan eksplorasi dan eksploitasi yang dapat mendukung pencapaian target produksi migas Indonesia di 2030,” ujar Krisna dalam siaran pers, Jumat (17/6/2022).
Menurut Krisna, PHM juga menerapkan praktik-praktik engineering terbaik dalam memelihara dan meningkatkan kehandalan fasilitas operasi dan produksi migas yang sudah berumur puluhan tahun sehingga tetap beroperasi secara optimal. "Dengan insentif yang diberikan kepada kami, maka keberlangsungan investasi dan produksi PHM dapat dipertahankan sehingga penyediaan energi bagi kebutuhan nasional dapat tercapai,"tandasnya.
General Manager PHM Krisna mengatakan bahwa keberhasilan mengalirkan gas dari proyek JSN ini, baik dari anjungan pertama dan kedua, merupakan wujud komitmen perusahaan untuk merealisasikan program kerja yang didukung oleh diterimanya persetujuan insentif migas dari pemerintah.
Baca Juga: On Stream, Proyek Jumelai PHM Diproyeksi Tambah Produksi Gas 45 MMSCFD
“Sejak persetujuan insentif migas diberikan di tahun 2021 lalu, seluruh jajaran manajemen dan pekerja PHM terus melakukan berbagai langkah strategis untuk merealisasikan program kerja yang telah disetujui. Selain meningkatkan jumlah aktivitas pengeboran, Kami berhasil menemukan sumber cadangan migas baru dari kegiatan eksplorasi dan eksploitasi yang dapat mendukung pencapaian target produksi migas Indonesia di 2030,” ujar Krisna dalam siaran pers, Jumat (17/6/2022).
Menurut Krisna, PHM juga menerapkan praktik-praktik engineering terbaik dalam memelihara dan meningkatkan kehandalan fasilitas operasi dan produksi migas yang sudah berumur puluhan tahun sehingga tetap beroperasi secara optimal. "Dengan insentif yang diberikan kepada kami, maka keberlangsungan investasi dan produksi PHM dapat dipertahankan sehingga penyediaan energi bagi kebutuhan nasional dapat tercapai,"tandasnya.
Lihat Juga :