Rusia Menjadi Pemasok Minyak Terbesar China, Hubungan Kedua Negara Makin Mesra
Senin, 20 Juni 2022 - 13:54 WIB
loading...
A
A
A
Perusahaan-perusahaan China, termasuk raksasa penyulingan milik negara yakni Sinopec dan Zhenhua Oil telah meningkatkan pembelian minyak mentah Rusia dalam beberapa bulan terakhir. Setelah kedua raksasa itu ditawari diskon besar-besaran karena pembeli di Eropa dan Amerika Serikat (AS) menghindari energi Rusia sejalan dengan sanksi atas perangnya terhadap Ukraina.
Baca Juga: Rusia Bisa Meniru Strategi Iran dalam Menghadapi Embargo Minyak Uni Eropa
Pada bulan Maret, AS dan Inggris lebih dulu melarang minyak Rusia, sementara Uni Eropa telah bekerja keras untuk mengakhiri ketergantungannya pada gas Rusia, ketika Barat meningkatkan sanksi ekonomi sebagai respons terhadap invasi Ukraina. Pada saat itu, Presiden AS Joe Biden mengatakan, langkah itu menargetkan "arteri utama ekonomi Rusia".
Ekspor energi merupakan sumber pendapatan penting bagi Rusia, tetapi langkah itu juga kemungkinan akan berdampak pada konsumen di Barat.
Pekan lalu, sebuah laporan oleh lembaga think tank Centre for Research on Energy and Clean Air mengatakan, Rusia memperoleh pendapatan hampir USD100 miliar dari ekspor bahan bakar fosil dalam 100 hari pertama invasi negara itu ke Ukraina, meskipun ada penurunan ekspor pada Mei.
Baca Juga: Rusia Bisa Meniru Strategi Iran dalam Menghadapi Embargo Minyak Uni Eropa
Pada bulan Maret, AS dan Inggris lebih dulu melarang minyak Rusia, sementara Uni Eropa telah bekerja keras untuk mengakhiri ketergantungannya pada gas Rusia, ketika Barat meningkatkan sanksi ekonomi sebagai respons terhadap invasi Ukraina. Pada saat itu, Presiden AS Joe Biden mengatakan, langkah itu menargetkan "arteri utama ekonomi Rusia".
Ekspor energi merupakan sumber pendapatan penting bagi Rusia, tetapi langkah itu juga kemungkinan akan berdampak pada konsumen di Barat.
Pekan lalu, sebuah laporan oleh lembaga think tank Centre for Research on Energy and Clean Air mengatakan, Rusia memperoleh pendapatan hampir USD100 miliar dari ekspor bahan bakar fosil dalam 100 hari pertama invasi negara itu ke Ukraina, meskipun ada penurunan ekspor pada Mei.
Lihat Juga :