Pemulihan Ekonomi Tidak Akan Berhasil Tanpa Investasi ke Alam

Rabu, 24 Juni 2020 - 21:47 WIB
loading...
Pemulihan Ekonomi Tidak...
Dengan lebih melindungi alam, pemerintah-pemerintah di dunia bisa secara bersamaan menciptakan lapangan pekerjaan, menghindari akibat jangka panjang terkait perubahan iklim dan hilangnya keragaman hayati. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Sebuah kelompok yang berisikan 16 mantan kepala negara, menteri luar negeri, dan diplomat dari empat benua bakal meluncurkan Campaign for Nature. Indonesia turut ambil bagian dengan diwakili mantan Menteri Lingkungan Hidup, Emil Salim yang menjadi anggota Global Steering Committee. Komite ini dipimpin mantan Senator Amerika Serikat dan mantan Utusan Khusus untuk Great Lakes Region of Africa, Russ Feingold.

Disebutkan bahwa tujuan utama Campaign for Nature adalah menyerukan para pemerintahan di seluruh dunia agar mendukung tujuan global baru untuk melindungi paling sedikitnya 30 persen dari tanah dan lautan dunia pada 2030. Ini sebagaimana dinyatakan para ilmuwan sebagai jumlah minimal yang diperlukan untuk mencegah hilangnya keragaman hayati global.

Russ Feingold mengungkapkan bahwa konservasi alam harus menjadi elemen inti dari semua rencana pemulihan dan stimulus. "Dengan lebih melindungi alam, pemerintah-pemerintah di dunia bisa secara bersamaan menciptakan lapangan pekerjaan, menghindari akibat jangka panjang terkait perubahan iklim dan hilangnya keragaman hayati, dan membuat pertahanan terhadap pandemi-pandemi di masa depan," papar Russ Feingold melalui keterangan resminya, Rabu (24/6/2020).

(Baca Juga: KLHK: Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca, Perilaku Saat Pandemi Harus Dijaga )

Dalam pernyataan bersama yang menandai peluncurannya, Global Steering Committee mendorong para pemimpin dunia untuk berinvestasi ke alam sebagai elemen inti dari rencana pemulihan ekonomi. Mereka berargumen bahwa keuntungan-keuntungan dari wilayah-wilayah yang dilindungi sering tidak diperhatikan, sehingga wilayah-wilayah tersebut layak mendapatkan dukungan stimulus.

Di antara keuntungan-keuntungan tersebut adalah wilayah-wilayah yang dilindungi dapat mengurangi kemiskinan, menyediakan habitat utama satwa liar, menghasilkan lapangan pekerjaan, melawan perubahan iklim, dan melindungi dari pandemi di masa depan. Wilayah-wilayah tersebut juga penting untuk mengakhiri kepunahan massal tumbuhan, binatang, dan mikro organisme yang menjaga udara kita bersih, air kita jernih, dan persediaan pangan kita banyak.

Pernyataan mereka didasarkan pada temuan-temuan sebuah laporan baru, yang diluncurkan juga pada 17 Juni oleh Campaign for Nature, yakni "A Key Sector Forgotten in the Stimulus Debate: the Nature-Based Economy". Laporan tersebut memaparkan alasan-alasan mengapa para pemerintah harus mengalokasikan dukungan stimulus pada wilayah-wilayah yang dilindungi, dan komunitas-komunitas masyarakat yang menjaga dan bergantung pada wilayah-wilayah itu.

"Di seluruh dunia, terutama Afrika, masyarakat-masyarakat lokal di sekitar wilayah yang dilindungi sedang menderita dan membutuhkan bantuan. Berbagai lapangan pekerjaan telah hilang, dan penghasilan-penghasilan yang sebelumnya digunakan untuk mendukung berbagai layanan seperti layanan kesehatan dan pendidikan menjadi semakin surut," kata mantan Presiden Sierra Leone, Ernest Bai Koroma, yang juga anggota Campaign for Nature's Global Steering Committee.

"Sudah jelas bahwa bumi sedang sakit dan kita semua merasakan sakitnya. Pemerintah-pemerintah seluruh dunia seharusnya sekarang bertindak mendukung wilayah-wilayah yang dilindungi dan masyarakat-masyarakat lokal di sekitarnya untuk kepentingan kita bersama," sambungnya.

Mantan Wakil Perdana Menteri Thailand, Yongyuth Yuthavong menambahkan bahwa kerusakan alam yang parah meningkatkan risiko dari pandemi. "Kita harus lebih melindungi alam sebagai bagian dari strategi menghadapi penyebaran penyakit-penyakit menular," ujarnya.

Sementara itu, mantan Menteri Luar Negeri Argentina, Susanna Malcorra mengatakan, untuk mendukung pemulihan ekonomi, seluruh elemen masyarakat harus melihat ke alam.

"Berinvestasi dan memulihkan wilayah-wilayah yang dilindungi akan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dibandingkan industri lain yang umumnya didiskusikan pada rencana-rencana stimulus, termasuk industri minyak bumi dan gas. Memprioritaskan secara lebih baik pada perlindungan alam juga merupakan langkah kunci dalam membangun dunia yang lebih tangguh dan berkelanjutan," tuturnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Inovasi FAME dan Eceng...
Inovasi FAME dan Eceng Gondok Antar Pertamina Patra Niaga Raih Proper Emas
Jaga Standar Lingkungan,...
Jaga Standar Lingkungan, Adaro Kembali Sabet Proper Emas dari KLH
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Raih Proper Emas dan Tujuh Hijau
Bakti BCA Perkuat Ketahanan...
Bakti BCA Perkuat Ketahanan Lingkungan dan Ekonomi Warga
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
Rekomendasi
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Oceanman Bali 2026 Sukses...
Oceanman Bali 2026 Sukses Hadirkan Sport Tourism Kelas Dunia
Piala Dunia 2026: Spanyol...
Piala Dunia 2026: Spanyol Hancurkan Arab Saudi 4-0
Berita Terkini
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Infografis
2 Negara NATO akan Kirim...
2 Negara NATO akan Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved