Proyek NBS BUMN Berpotensi Hasilkan Kredit Karbon 11,6 Juta CO2 per Tahun

Rabu, 22 Juni 2022 - 13:31 WIB
loading...
Proyek NBS BUMN Berpotensi...
Usai penandatanganan (HoA) atau kerja sama pengembangan proyek NBS. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Proyek Natured Based Solution (NBS) berpotensi menghasilkan kredit karbon sebesar 11,6 juta CO2 per tahun. Proyek ini tengah dibidik PT Pertamina Power Indonesia ( Pertamina NRE) dan Perum Perhutani.

Baca juga: Buka Perdagangan Perdana, Ini Rencana ICDX di 2021

Kredit karbon 11,6 juta CO2 per tahun ini nantinya mengintensifkan pelestarian hutan guna mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor kehutanan. Hal ini juga mempercepat pencapaian Nationally Determined Contribution Indonesia tahun 2030 dan visi net zero emission 2060 di lingkup Kementerian BUMN.

Melalui dokumen long term strategy atau low carbon and climate resilience (LTS – LTCCR), Indonesia telah menargetkan untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih awal. Indonesia didorong untuk menurunkan emisi dengan target sampai dengan 29 persen dalam waktu 10 tahun atau hingga 2030 nantinya.

Pertamina NRE dan Perhutani pum mendorong akselerasi Nationally Determined Contribution Indonesia pada 2030, serta visi Net Zero Emission di lingkup Kementerian BUMN dengan mengembangkan proyek NBS, salah satunya melalui skema reduced emission from deforestation and forest degradation (REDD).

“Proyek ini bertujuan untuk mengintensifkan kegiatan pelestarian hutan guna mengurangi pelepasan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan serta memberikan dampak positif bagi penyerapan emisi karbon dan keanekaragaman lingkungan," ungkap Wakil Menteri I BUMN Pahala Nugraha Mansury, dikutip Rabu (22/6/2022).

Pada, Senin pekan ini kedua entitas pelat merah itu telah melakukan penandatanganan head of agreement (HoA) atau kerja sama pengembangan proyek NBS.



Senada, Direktur Operasi Perhutani Natalas Ari Haryanto mengungkap selain menekan laju deforestasi, tujuan kerja sama tersebut adalah memperluas tutupan lahan yang akan meningkatkan kemampuan kawasan hutan untuk menyerap emisi gas rumah kaca.

Pihaknya sudah mengidentifikasi 9 calon lokasi di wilayah kawasan hutan milik Perhutani Group yang akan menjadi objek dan lokasi dari proyek ini. Ke-9 calon lokasi ini lebih lanjut akan dilakukan studi kelayakan untuk mengetahui kelayakan proyek, khususnya terkait dampak terhadap lingkungan serta sisi finansial maupun operasional.

"Berdasarkan hasil pra studi kelayakan, lanjut Natalas, proyek NBS di 9 lokasi ini akan mampu menghasilkan kredit karbon lebih dari 11,6 juta ton CO2 per tahun, sehingga dengan skema bisnis yang tepat, maka proyek ini akan mampu menjadi bisnis baru yang memberikan nilai tambah pada kedua belah pihak," ungkap dia.

Sejumlah upaya dekarbonisasi yang akan dilaksanakan oleh Perum Perhutani di antaranya menekan atau mengurangi kerusakan hutan dan meningkatkan rehabilitasi lahan, menekan kebakaran hutan, mengganti penggunaan Marine Fuel Oil (MFO) menjadi Compressed Nature Gas (CNG) pada industri hasil hutan.

Baca juga: Potret Jokowi Berbincang dengan Megawati, Posisi Duduk Jadi Sorotan

Selain itu, di bidang tanaman Perhutani juga mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Untuk NBS merupakan salah satu solusi yang mengacu pada pengelolaan dan optimasi sumber daya alam yang berkelanjutan melalui rekonfigurasi pengelolaan.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
Pertamina Hulu Rokan...
Pertamina Hulu Rokan Buka Magang Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Syaratnya
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Rekomendasi
Premier Padel Valladolid...
Premier Padel Valladolid P2 2026 Tayang di VISION+, Cek Jadwal Lengkapnya
Bacaan Niat Puasa Asyura...
Bacaan Niat Puasa Asyura dan Keistimewaannya, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun
7 Fakta Menarik Portugal...
7 Fakta Menarik Portugal Cukur Uzbekistan 5-0: Kebangkitan Ronaldo
Berita Terkini
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved