Kolaborasi Seluruh Ekosistem Kunci Wujudkan Wisata Kesehatan

Minggu, 26 Juni 2022 - 15:30 WIB
loading...
Kolaborasi Seluruh Ekosistem...
Menparekraf Sandiaga Uno dalam acara Seminar Nasional dengan tema Building World Class Medical Tourism Destination Hospital secara hybrid, Sabtu (26/6/2022). FOTO/Tangkapan Layar/Nanang W
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus mendorong tingkat kunjungan pariwisata di Bali melalui layanan kesehatan. Hal itu dimungkinkan dengan menjalankan konsep pariwisata berbasis kesehatan atau health tourism .

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan Bali berpotensi dikunjungi oleh dua tipe wisatawan bila mengacu pada konsep pariwisata kesehatan. Pertama, yaitu wisatawan yang mencari layanan kesehatan tradisional (wellness) dan kedua wisatawan yang mencari layanan bersifat medis (medical tourism) untuk suatu penyakit tertentu.

"Guna mewujudkan perkembangan pelayanan kesehatan di Indonesia, perlu upaya-upaya inovatif yang melibatkan kolaborasi dari seluruh ekosistem wisata kesehatan dan bekerja sama dengan multi stakeholders," ujar Sandiaga Uno dalam Seminar Nasional dengan tema Building World Class Medical Tourism Destination Hospital by Implementing End to End Digital Process yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (IAMARSI) secara hybrid, baru-baru ini.

Baca Juga: Kemenparekraf Sosialisasikan Sadar Wisata di Kawasan Borobudur-Yogyakarta-Prambanan

Hal senada juga dikatakan Direktur RS Premier Bintaro Martha M.L Siahaan. Sinergi membangun ekosistem menjadi penting untuk mewujudkan health tourism di Indonesia.
Indonesia kehilangan potensi pendapatan hingga Rp 158 triliun akibat banyaknya warga Indonesia yang berobat ke luar negeri.

"Nilai sebasar ini, menjadi tantangan bagi dokter hingga manajemen rumah sakit. Ada apa dengan layanan kesehatan kita sehingga orang lebih senang berobat ke luar negeri," kata dia.

Sebenarnya beberapa kota besar di Indonesia sudah memiliki rumah sakit bertaraf internasional, tetapi hal ini tidak menyurutkan animo masyarakat ke luar negeri. Penang, Malaysia, dan Singapura masih menjadi tujuan.

Sebab itu, pihaknya mendukung pemerintah membangun rumah sakit bertaraf internasional di Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan di Bali. Selain pembangunan fisik rumah sakit bertaraf internasional, dibutuhkan pembangunan kualitas sumber daya manusia dan layanan rumah sakit untuk kebutuhan pasien.

"Wisata kesehatan juga perlu didukung regulasi yang kuat, sistem yang mumpuni serta sistem yang mumpuni dari pusat hingga daerah sebagai implementasi wisata medis ini," kata dia.

Baca Juga: Tarik Kunjungan Wisatawan, Wamenparekraf Dorong Promosi Digital

Pada kesempatan yang sama, Ketua IAMARSI PW Bali Jaya Kusuma mengatakan mengatakan untuk mewujudkan health tourism perlu membangun pengetahuan yang baik terkait wisata kesehatan di Indonesia. Wisata kesehatan secara global tumbuh signifikan melebihi aktivitas wisata secara umum dalam satu dekade terakhir. "Tren ini didukung meningkatnya kesadaran dan kebutuhan masyarakat global," kata dia.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
Bangun Pembayaran Lintas...
Bangun Pembayaran Lintas Negara, Fintech Ini Gandeng Lebih dari 50 RS di Malaysia
Prabowo Optimistis Pusat...
Prabowo Optimistis Pusat Kecantikan Ngoerah Sun di Bali Jadi Magnet Devisa Baru
Dukung Wellness Tourism,...
Dukung Wellness Tourism, Kara Ramaikan BaliSpirit Festival 2025
Respons Menparekraf...
Respons Menparekraf Soal Pungli Rp18,25 Miliar di Raja Ampat: Tindak Tegas
Perputaran Ekonomi World...
Perputaran Ekonomi World Water Forum di Bali Diperkirakan Tembus Rp1,5 Triliun
Eurasia Clinic Hair...
Eurasia Clinic Hair Transplant Siap Jadi Klinik Nomor 1 di Indonesia
Tingkatkan Layanan Pasien,...
Tingkatkan Layanan Pasien, IHH Healthcare Malaysia Perkuat Kemitraan dengan RI
Banyak Digemari, Ini...
Banyak Digemari, Ini 4 Rekomendasi Wisata Kesehatan di Indonesia
Rekomendasi
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved