Utang Luar Negeri Diramal Bengkak Lagi di 2023, Ini Saran untuk Pemerintah
Senin, 27 Juni 2022 - 11:05 WIB
loading...
A
A
A
"Mencari alternatif pendanaan misalnya kerja sama pemerintah dan badan usaha dalam penyediaan infrastruktur untuk meredam risiko suku bunga tinggi," saran dia.
Kemudian, melakukan perencanaan ulang terhadap kebutuhan anggaran dana serta melakukan penghematan terhadap anggaran kementerian dan lembaga. "Serta melakukan penundaan proyek infrastruktur yang dinilai membebani anggaran yang cukup besar," katanya.
Baca juga: Utang Indonesia Tembus Rp7.000 Triliun, Ternyata Begini Cara Bayarnya
Selanjutnya, Bima menjelaskan bahwa pemerintah perlu meningkatkan rasio pajak khususnya kontribusi dari industri manufaktur yang berperan sebesar 30% dari total penerimaan pajak negara.
Sebelumnya, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada April 2022 mengalami penurunan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) posisi ULN Indonesia pada akhir April 2022 tercatat sebesar USD409,5 miliar, turun dibandingkan dengan posisi ULN pada bulan sebelumnya sebesar USD412,1 miliar.
Kemudian, melakukan perencanaan ulang terhadap kebutuhan anggaran dana serta melakukan penghematan terhadap anggaran kementerian dan lembaga. "Serta melakukan penundaan proyek infrastruktur yang dinilai membebani anggaran yang cukup besar," katanya.
Baca juga: Utang Indonesia Tembus Rp7.000 Triliun, Ternyata Begini Cara Bayarnya
Selanjutnya, Bima menjelaskan bahwa pemerintah perlu meningkatkan rasio pajak khususnya kontribusi dari industri manufaktur yang berperan sebesar 30% dari total penerimaan pajak negara.
Sebelumnya, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada April 2022 mengalami penurunan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) posisi ULN Indonesia pada akhir April 2022 tercatat sebesar USD409,5 miliar, turun dibandingkan dengan posisi ULN pada bulan sebelumnya sebesar USD412,1 miliar.
Lihat Juga :