Saingi Proyek Sabuk dan Jalan China, G7 Patungan Rp8.700 Triliun
Senin, 27 Juni 2022 - 13:48 WIB
loading...
Presiden AS Joe Biden menghadiri makan siang bersama para pemimpin G7 membahas ekonomi global di Yoga Pavilion, Schloss Elmau di Kuren, Jerman, 26 Juni 2022. Foto/Kenny Holston/Reuters
A
A
A
SCHLOSS ELMAU - Para pemimpin Kelompok Tujuh (G7) berkomitmen untuk mengumpulkan USD600 miliar (sekitar Rp8.700 triliun, kurs Rp14.500/USD) dana swasta dan publik dalam lima tahun untuk membiayai infrastruktur yang dibutuhkan di negara-negara berkembang. Aksi tersebut juga bertujuan menyaingi proyek Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative) China yang bernilai triliunan dolar.
Presiden AS Joe Biden dan para pemimpin G7 lainnya meluncurkan kembali "Kemitraan untuk Infrastruktur dan Investasi Global" yang baru berganti nama, pada pertemuan tahunan mereka yang diadakan tahun ini di Schloss Elmau di Jerman selatan.
Baca Juga: Biden Ajukan Rencana Global di Pertemuan G7, Tantang Inisiatif Sabuk dan Jalan China
Biden mengatakan, Amerika Serikat akan memobilisasi USD200 miliar dalam bentuk hibah, dana federal, dan investasi swasta selama lima tahun untuk mendukung proyek-proyek di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah yang membantu mengatasi perubahan iklim serta meningkatkan kesehatan global, kesetaraan gender, dan infrastruktur digital.
"Saya ingin memperjelas. Ini bukan bantuan atau amal. Ini adalah investasi yang akan memberikan keuntungan bagi semua orang," kata Biden, seperti dilansir Reuters, Senin (27/6/2022).
Presiden AS Joe Biden dan para pemimpin G7 lainnya meluncurkan kembali "Kemitraan untuk Infrastruktur dan Investasi Global" yang baru berganti nama, pada pertemuan tahunan mereka yang diadakan tahun ini di Schloss Elmau di Jerman selatan.
Baca Juga: Biden Ajukan Rencana Global di Pertemuan G7, Tantang Inisiatif Sabuk dan Jalan China
Biden mengatakan, Amerika Serikat akan memobilisasi USD200 miliar dalam bentuk hibah, dana federal, dan investasi swasta selama lima tahun untuk mendukung proyek-proyek di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah yang membantu mengatasi perubahan iklim serta meningkatkan kesehatan global, kesetaraan gender, dan infrastruktur digital.
"Saya ingin memperjelas. Ini bukan bantuan atau amal. Ini adalah investasi yang akan memberikan keuntungan bagi semua orang," kata Biden, seperti dilansir Reuters, Senin (27/6/2022).
Lihat Juga :