Utang Pemerintah Rp7.002 Triliun, Tiga Risiko Siap Menghadang
Senin, 27 Juni 2022 - 14:23 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Bhima, risiko terkait utang ke depan ada tiga. Pertama, tren kenaikan suku bunga secara global akan meningkatkan bunga utang luar negeri pemerintah. Ketika Fed rate naik agresif, maka investor pemegang surat utang berharap pemerintah naikkan kupon SBN.
"Bunga pasar SBN diperkirakan dapat menembus 9%," ungkap Bhima.
Kedua, belanja pemerintah yang berkaitan dengan pendanaan pemilu dan penyelesaian proyek infrastruktur sebelum 2024 akan menekan ruang fiskal. Gap defisit akan didanai oleh utang. Maka, menurut Bhima, wajar utang luar negeri yang turun saat ini hanya temporer, tahun depan akan kembali naik.
"Ketiga, pelemahan nilai tukar akibat tekanan eksternal mengakibatkan selisih kurs sehingga sebagian besar pendapatan pemerintah bersumber dari dalam negeri sementara pembayaran cicilan pokok dan bunga dalam bentuk valas," ungkap Bhima.
Dihubungi secara terpisah, Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet menilai bahwa diskusi mengenai utang yang perlu digarisbawahi atau dicermati adalah mengembalikan posisi utang pemerintah, terutama dilihat dari rasio utang pemerintah terhadap PDB kembali seperti sebelum terjadinya pandemi.
"Bunga pasar SBN diperkirakan dapat menembus 9%," ungkap Bhima.
Kedua, belanja pemerintah yang berkaitan dengan pendanaan pemilu dan penyelesaian proyek infrastruktur sebelum 2024 akan menekan ruang fiskal. Gap defisit akan didanai oleh utang. Maka, menurut Bhima, wajar utang luar negeri yang turun saat ini hanya temporer, tahun depan akan kembali naik.
"Ketiga, pelemahan nilai tukar akibat tekanan eksternal mengakibatkan selisih kurs sehingga sebagian besar pendapatan pemerintah bersumber dari dalam negeri sementara pembayaran cicilan pokok dan bunga dalam bentuk valas," ungkap Bhima.
Dihubungi secara terpisah, Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet menilai bahwa diskusi mengenai utang yang perlu digarisbawahi atau dicermati adalah mengembalikan posisi utang pemerintah, terutama dilihat dari rasio utang pemerintah terhadap PDB kembali seperti sebelum terjadinya pandemi.
Lihat Juga :