Harga Minyak Bergejolak, G7 Siapkan Taktik Gempur Keuangan Rusia
Selasa, 28 Juni 2022 - 10:17 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, G7 juga menegaskan bakal terus mendukung Ukraina "apa saja yang dibutuhkan", sekaligus mengusulkan untuk membatasi harga minyak dari Rusia sebagai bagian dari sanksi baru untuk memukul keuangan Moskow.
"Saya pikir jika mereka menerapkan batasan harga pada penjualan dan pembelian minyak Rusia, sulit bagi saya untuk membayangkan bagaimana ini akan diterapkan, terutama ketika China dan India telah menjadi pelanggan terbesar Rusia," kata konsultan perusahaan minyak yang berbasis di Houston, Andrew Lipow, dilansir Reuters, Selasa (28/6/2022).
Lebih jauh, resesi dan suku bunga yang tinggi juga masih mengkhawatirkan pasar, dan membuat harga minyak bergerak fluktuatif. Negara-negara anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutu mereka termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, dimungkinkan akan tetap berpegang pada rencana mereka untuk mempercepat peningkatan produksi minyak pada Agustus 2022.
Baca juga: Mutasi Pati TNI, Marsma Wahyu Hidayat Sudjatmiko Jabat Danpaspampres
Diketahui, kelompok produsen itu juga memangkas proyeksi adanya surplus menjadi 1 juta barel per hari (bph), dari sebelumnya 1,4 juta bph.
"Saya pikir jika mereka menerapkan batasan harga pada penjualan dan pembelian minyak Rusia, sulit bagi saya untuk membayangkan bagaimana ini akan diterapkan, terutama ketika China dan India telah menjadi pelanggan terbesar Rusia," kata konsultan perusahaan minyak yang berbasis di Houston, Andrew Lipow, dilansir Reuters, Selasa (28/6/2022).
Lebih jauh, resesi dan suku bunga yang tinggi juga masih mengkhawatirkan pasar, dan membuat harga minyak bergerak fluktuatif. Negara-negara anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutu mereka termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, dimungkinkan akan tetap berpegang pada rencana mereka untuk mempercepat peningkatan produksi minyak pada Agustus 2022.
Baca juga: Mutasi Pati TNI, Marsma Wahyu Hidayat Sudjatmiko Jabat Danpaspampres
Diketahui, kelompok produsen itu juga memangkas proyeksi adanya surplus menjadi 1 juta barel per hari (bph), dari sebelumnya 1,4 juta bph.
(uka)
Lihat Juga :