Bank KB Bukopin Raih idAAA Fitch Rating dan Kucuran Pinjaman USD 300 Juta dari IFC World Bank

Selasa, 28 Juni 2022 - 11:49 WIB
loading...
Bank KB Bukopin Raih...
Bank KB Bukopin banjir kepercayaan dunia internasional. Beberapa pekan terakhir ini KB Bukopin setidaknya telah berhasil meraih dua peringkat tertinggi idAAA dari Pefindo dan Fitch Ratings.
A A A
JAKARTA - Bank KB Bukopin mulai banjir kepercayaan dari dunia internasional. Bagaimana tidak, pada beberapa pekan terakhir ini KB Bukopin setidaknya telah berhasil meraih dua peringkat tertinggi idAAA dari Pefindo dan Fitch Ratings.

Fitch Ratings merupakan lembaga pemeringkat internasional, peringkat tertinggi idAAA untuk KB Bukopin berlaku untuk periode satu tahun ke depan, mulai Juni 2022 sampai dengan Juni 2023. KB Bukopin dinilai memiliki arah strategis dan terukur terkait arah dan rencana bisnis ke depan.

Sebelumnya KB Bukopin juga berhasil mendapatkan peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Peringkat yang diterima KB Bukopin tahun ini didorong oleh dukungan yang sangat kuat dari KB Koomin Bank, posisi pasar yang kuat di industri perbankan, dan tingkat permodalan yang kuat.

Tidak berhenti disitu Bank KB Bukopin kemudian mendapatkan kucuran pinjaman dari International Finance Corporation (IFC) senilai total USD 300 Juta atau setara Rp4,41 triliun. Pinjaman mencakup penerbitan obligasi sosial pertama oleh bank swasta mana pun di Indonesia (Obligasi Sosial).

Obligasi Sosial tersebut akan sepenuhnya didedikasikan untuk mendanai inisiatif sosial yang berfokus pada penanganan dampak sosial ekonomi akibat dari Covid-19 dan pembiayaan di segmen sosial seperti UMKM, perumahan yang terjangkau, perawatan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Kolaborasi antara KB Kookmin Bank sebagai Majority Shareholder dengan KB Bukopin patut diwaspadai para kompetitornya. Potensi kemunculan KB Bukopin untuk menjadi Top 10 Bank di Indonesia nampaknya bukan hanya isapan jempol semata, perlahan namun pasti kehadiran KB Bukopin mulai mulai dilirik oleh dunia internasional.

Bukan tanpa sebab, hubungan mesra antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan memang dapat dirasakan dalam kurun waktu beberapa tahun ini, mulai dari Korean wave hingga pada akhirnya mulai memasuki industri perbankan di tanah air. Salah satunya yaitu melalui kerjasama strategis Joint Committee Meeting on Economic Cooperation (JCEC) Indonesia-Korsel.

JCEC Indonesia-Korsel merupakan implementasi Nota Kesepahaman (MOU) atas kunjungan dari Presiden RI Joko Widodo ke Korea Selatan (Korsel) pada tahun 2018. Guna mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Korsel, khususnya dalam bidang ekonomi dan bisnis, maka MOU tersebut ditandatangani
oleh Presiden RI Joko Widodo.

Pada pertemuan JCEC tersebut, Menteri Perdagangan, Industri dan Energi (MOTIE) Korea Selatan Moon Sung Wook menyatakan bahwa Pemerintah Korea Selatan selalu mempererat kerja sama dengan negara-negara di ASEAN, termasuk Indonesia.

"Kerja sama dengan Indonesia adalah sesuatu yang spesial, yaitu sejak awal terjadinya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Korsel pada 1973, kedua negara menjadi mitra kerja sama yang selalu mendampingi dalam berbagai proyek pembangunan ekonomi,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menuturkan bahwa Indonesia sedang fokus dalam pemulihan ekonomi, terutama dalam transformasi ekonomi, agar nanti dapat keluar dari middle income trap. “Saya rasa Korsel sudah keluar dari middle income trap, dan kita bisa belajar dari mereka. Selain itu, saya juga mengapresiasi peran Pemerintah dan perusahaan-perusahaan Korsel di Indonesia dalam membantu transformasi ekonomi negara ini,” katanya.

Potensi nilai-nilai kerja sama antara Indonesia dan Korsel sangat menarik untuk diikuti. Begitu pula dengan menariknya perjalanan eksistensi PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) yang memiliki Pemegang Saham Pengendali (PSP) asal Korsel yaitu KB Kookmin Bank.

Sejak dikendalikan KB Kookmin Bank sebagai ekspansi bisnis KB Bukopin semakin tak terbendung lantaran perusahaan kini bisa semakin meluaskan jaringan dan bisnis pembiayaan serta pendanaan mengandalkan jaringan perusahaan-perusahaan Korea yang ada di Indonesia.

Potensi KB Bukopin untuk tumbuh semakin besar jika melihat data realisasi investasi yang dilakukan perusahaan-perusahaan asal Korsel di Indonesia. Sepanjang 2021 lalu, investasi Korsel ke Indonesia mencapai US$1,64 miliar untuk pembiayaan 2,511 proyek di dalam negeri. Jumlah ini menempatkan Korsel sebagai negara investor ketujuh terbesar di Indonesia sepanjang 2021. CM
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Danantara Diragukan...
Danantara Diragukan Fitch, Menko Airlangga: Masih Baru, Belum Semua Kenal
Menko Airlangga Bela...
Menko Airlangga Bela MBG usai Masuk Catatan Fitch: Program Investasi Jangka Panjang
Warning Fitch di Mata...
Warning Fitch di Mata Menko Airlangga: Yang Penting Indonesia Tetap Investment Grade
Selain Lonjakan Harga...
Selain Lonjakan Harga Minyak, IHSG Berdarah-darah Terpukul Fitch Rating
Fitch Pangkas Outlook...
Fitch Pangkas Outlook Utang RI ke Negatif, Soroti Kondisi Fiskal
Askrindo Pertahankan...
Askrindo Pertahankan Peringkat Stable Outlook dari PEFINDO
Intip Kerennya Mobil...
Intip Kerennya Mobil Listrik Hyundai Made In Bekasi, Ternyata Ada Andil KB Bukopin
Rekomendasi
Presiden Lukashenko...
Presiden Lukashenko Sebut Indonesia Mitra Penting Belarus di Asia Tenggara
Indonesia Segera Buka...
Indonesia Segera Buka KBRI di Belarus, Lukashenko Apresiasi Prabowo
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun Tanggul 1,48 Kilometer di Kali Grogol Kemanggisan
Berita Terkini
Indonesia Ingin Bangun...
Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN
Pasokan Batu Bara Aman,...
Pasokan Batu Bara Aman, PLN Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik Mulai 21 Juli 2026
Transmisi Hijau Tulang...
Transmisi Hijau Tulang Punggung Penentu Masa Depan Energi Bersih
Rupiah Kritis, Hari...
Rupiah Kritis, Hari Ini Berakhir Ambruk ke Rp17.995 per Dolar AS
Kunker ke Jatim, Komut...
Kunker ke Jatim, Komut Pertamina Tekankan Pentingnya Keselamatan Kerja
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
Infografis
Menkes: Orang Gaji Rp15...
Menkes: Orang Gaji Rp15 Juta Pasti Lebih Sehat dan Pintar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved