Terapkan Standar Internasional untuk Lab dan Pabrik Rokok Elektrik

Selasa, 28 Juni 2022 - 11:21 WIB
loading...
Terapkan Standar Internasional...
Standar kami mencakup persyaratan stabilitas fisik dan kimia, persyaratan batas pengotor dan polutan, dan persyaratan ketat untuk jumlah gliserin, propilen glikol, air, dan bahan baku yang digunakan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Laboratorium dan pabrik pembuatan rokok elektrik RELX International di China dipastikan tersertifikasi internasional. Diterangkan jugaRELX mengembangkan dan menguji semua cairan elektroniknya di laboratorium yang dirancang untuk memenuhi standar CNAS (Layanan Akreditasi Nasional China untuk Penilaian Kesesuaian), badan akreditasi nasional China.

Baca Juga: Pakar Serukan Pentingnya Penelitian Rokok Elektrik

Kriteria dan spesifikasi akreditasi yang ditetapkan oleh CNAS didasarkan pada standar internasional adalah ISO/IEC 17025. Kerangka kerja pengujian e-liquid RELX mencakup 54 indeks berbeda di 17 kategori berbeda untuk menguji konstituen berbahaya dan berpotensi berbahaya.

“Standar kami mencakup persyaratan stabilitas fisik dan kimia, persyaratan batas pengotor dan polutan, dan persyaratan ketat untuk jumlah gliserin, propilen glikol, air, dan bahan baku yang digunakan,” ungkap General Manager RELX Internasional di Indonesia, Yudhi.

Standardisasi tinggi tersebut merupakan komitmen perusahaan untuk memberikan produk terbaik bagi perokok konvensional yang ingin beralih atau ingin berhenti merokok . Untuk itu RELX mempertahankan pengujian ketat dan standar kualitas yang mengikuti semua undang-undang dan standar untuk produk rokok elektrik.

Menurut Yudhi, RELX juga telah berhasil melampaui standar dan persyaratan emisi uap yang dikeluarkan oleh organisasi nasional Perancis untuk standardisasi. Standar ini, yang dikenal sebagai AFNOR-XP D90-300, menetapkan komposisi dua e-liquid yang paling umum dan rokok elektrik mana yang digunakan untuk pengujian laboratorium sebelum meluncurkan produk ke pasar.

“AFNOR-XP saat ini merupakan standar pengujian uap terlengkap untuk emisi produk rokok elektrik di dunia,” ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gebrak Gandeng Vapestore...
Gebrak Gandeng Vapestore Perluas Edukasi Konsumen Vape
APVINDO: Regulasi Vape...
APVINDO: Regulasi Vape Harus Berdasar Kajian Ilmiah dan Menyeluruh
Respons Aturan Whip...
Respons Aturan Whip Pink dan Vape, 4 Asosiasi Tekankan Pentingnya Dialog
Arief Muhammad Kini...
Arief Muhammad Kini Jadi Boss FOOM, Siap Perkuat Positioning Brand
PPEI Gelar Munas 2025,...
PPEI Gelar Munas 2025, Bahas Masa Depan dan Tantangan Industri Vape
Perkuat Inovasi, Delta...
Perkuat Inovasi, Delta Sukses Teknologi Luncurkan DWAY Ultra dan DJOY BEAM Series
Isu Narkoba dan Wacana...
Isu Narkoba dan Wacana Pelarangan, Pekerja Vape Jadi Pihak Paling Terdampak
DPR: Penambahan Layer...
DPR: Penambahan Layer Baru Cukai Rokok Buka Celah Penyalahgunaan dan Moral Hazard
Gelar Tes Urine, Konsumen...
Gelar Tes Urine, Konsumen Vape di Bekasi Tegaskan Negatif Narkoba
Rekomendasi
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
Berita Terkini
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved