Bangun Ibu Kota Nusantara, PUPR Latih Pekerja Konstruksi Lokal

Rabu, 29 Juni 2022 - 20:48 WIB
loading...
Bangun Ibu Kota Nusantara, PUPR Latih Pekerja Konstruksi Lokal
PUPR menerangkan, setidaknya pada pembanguan IKN Nusantara membutuhkan sekitar kurang lebih 200 ribu tenaga kerja. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Pekejaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) melalui Direktorat Jendral Bina Konstruksi memaparkan dukungannya dalam pembangunan IKN Nusantara . Salah satunya adalah penyediaan tenaga kerja konstruksi .

Dirjen Bina Konstruksi Kementarian PUPR, Yudha Mediawan menerangkan, pihaknya bakal menyiapkan dukungan untuk pembangunan IKN Nusantara melalui pembinaan tenaga kerja konstruksi, seperti untuk tenaga ahli, instruktur, asesor, dan BIM.

Baca Juga: IKN Nusantara Bakal Saingi Dubai hingga Shenzen

Menurutnya terkait pengadaan tenaga kerja konstruksi untuk pembangunan IKN Nusantara bakal banyak menggunakan tenaga kerja konstruksi lokal. Maka dari itu pihaknya bakal melakukan pelatihan untuk menghasilkan SDM yang bagus.

"Dimana nanti lebih memberdayakan tenaga kerja konstruksi lokal untuk dilakukan pelatihan dan sertifikasi, baik itu juga nanti pemagangan dari tenaga dari sekolah vokasi," ujar Yuhda dalam RDP Bersama Komisi V DPR RI, Rabu (29/6/2022).

Yudha menjelaskan, setidaknya pada pembanguan IKN Nusantara hingga tahun 2024 mendatang, membutuhkan sekitar kurang lebih 200 ribu tenaga kerja. Maka untuk hasil yang maksimal, dieperlukan pembinaan dan pembimbingan.

Lebih lanjut Dirjen Yudha menerangkan, bahwa saat ini tengah dilakukan sosialisasi terkait pelaksanaan SE Menteri PUPR No 10/2022 tentang panduan operasional tertib penyelenggaraan keselamatan konstruksi di PUPR bagi satker, PPK dan penyedia jasa.

Baca Juga: IKN Nusantara Bakal Jadi Kota Masa Depan, Jokowi: Ini Miliknya Anak Muda

Sehingga diharapkan melalui SE tersebut dapat menjamin tenaga kerja yang ikut dalam pembangunan proyek di IKN Nusantara. Seperti penyediaan fasilitas untuk tenaga kerja, manajemen lalulintas, hingga pengelolaan lingkungan.

"Serta fasilitas dan barak kerja yang akan ditempatkan disana, jadi tidak akan nantinya semrawut, atau asal-asalan," kata Yudha.

Selain itu Yudha menjelaskan bahwa Ditjen Bina Konstruksi juga tengah melakukan pemetaan suply-demand untuk pengadaan MPK (material, dan peralatan konstruksi).

"Termasuk juga material baik itu semen, kemudian pasir, batu, besi, kita sedang mengumpulkan data dari demand di lokasi tersebut dan juga mengecek ketersediaannya," pungkasnya.

(akr)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1846 seconds (10.55#12.26)