Sri Lanka Hampir Bangkrut, Pembicaraan Paket Bailout IMF Tak Capai Sepakat

Jum'at, 01 Juli 2022 - 02:56 WIB
loading...
Sri Lanka Hampir Bangkrut,...
Dana Moneter Internasional atau IMF telah mengakhiri pembicaraan dengan Sri Lanka, usai gagal mencapai kata kesepakatan paket bailout bagi negara yang hampir bangkrut itu. Foto/Dok Reuters
A A A
KOLOMBO - Dana Moneter Internasional atau IMF telah mengakhiri pembicaraan dengan Sri Lanka , usai gagal mencapai kata kesepakatan paket bailout bagi negara yang hampir bangkrut itu setelah melakukan pertemuan secara intens selama 10 hari.

Namun demikian dalam sebuah pernyataan yang dirilis sebelumnya, IMF berjanji untuk melanjutkan pembicaraan. "Diskusi akan berlanjut secara virtual dengan tujuan untuk mencapai kesepakatan tingkat staf tentang fasilitas dana yang diperpanjang atau pengaturan EFF," katanya.

Baca Juga: Sri Lanka Menuju Kebangkrutan, Stok BBM Hanya Cukup Buat Seminggu

EFF sendiri didirikan untuk membantu negara-negara dengan "ketidakseimbangan pembayaran yang serius," demikian menurut IMF. Selain itu, ia memberikan dukungan untuk kebijakan "yang diperlukan untuk memperbaiki ketidakseimbangan struktural selama periode yang lama."

Seperti diketahui Sri Lanka, negara kepulauan berpenduduk 22 juta orang sedang menghadapi krisis keuangan terburuknya sejak kemerdekaan pada tahun 1948. Negara ini tengah berjuang untuk membayar bahan bakar usai gagal bayar atas beberapa utang luar negeri.

Jika dibiarkan dengan konsumsi normal, maka stok bahan bakar di Sri Lanka hanya cukup selama kurang lebih satu minggu. Lantaran itu Sri Lanka telah memberlakukan pembatasan pasokan, membatasi penggunaan dengan pengecualian bagi layanan publik seperti kereta api dan bus dan yang berkaitan dengan sektor kesehatan, demikian dilaporkan Reuters.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Peran Yuan China Dalam...
Peran Yuan China Dalam Tata Keuangan Dunia Baru
Rekomendasi
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Turnamen Futsal Bertajuk...
Turnamen Futsal Bertajuk Okezone National Championship 2026 Seri Jabodetabek Selesai Digelar
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Berita Terkini
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
Infografis
Banyak Proyek Migas...
Banyak Proyek Migas Alami Stagnasi, Investasi Tak Capai Target
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved