Sri Lanka Menuju Kebangkrutan, Stok BBM Hanya Cukup Buat Seminggu

Selasa, 28 Juni 2022 - 21:14 WIB
loading...
Sri Lanka Menuju Kebangkrutan,...
Sri Lanka telah membatasi penjualan bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan yang tidak penting karena menghadapi krisis ekonomi terburuknya dalam beberapa dekade. Foto/Dok Reuters
A A A
KOLOMBO - Sri Lanka telah membatasi penjualan bahan bakar minyak ( BBM ) untuk kendaraan yang tidak penting karena menghadapi krisis ekonomi terburuknya dalam beberapa dekade. Selama dua minggu ke depan hanya bus, kereta api, dan kendaraan yang digunakan untuk layanan medis dan mengangkut makanan yang akan diizinkan untuk diisi dengan bahan bakar.

Sekolah-sekolah di daerah perkotaan telah ditutup dan para pejabat telah mengatakan kepada 22 juta penduduknya agar bekerja dari rumah. Negara Asia Selatan itu sedang dalam pembicaraan tentang kesepakatan bailout usai tidak mampu membayar impor seperti bahan bakar dan makanan.

Baca Juga: Negaranya Bangkrut, Ribuan Warga Tinggalkan Sri Lanka

Pada Senin kemarin, pemerintah mengatakan, bakal melarang kendaraan swasta membeli bensin dan solar hingga 10 Juli mendatang. Juru bicara kabinet Sri Lanka, Bandula Gunewardena mengatakan, Sri Lanka "tidak pernah menghadapi krisis ekonomi yang begitu parah dalam sejarahnya".

Sri Lanka yang saat ini kekurangan uang tunai telah mengirimkan pejabat mereka untuk mencari stok BBM ke produsen energi utama Rusia dan Qatar dalam upaya untuk mengamankan pasokan minyak murah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Komisi VI DPR: Kenaikan...
Komisi VI DPR: Kenaikan Harga BBM Dilakukan Tiba-tiba, Kami Belum dapat Informasi
Suasana SPBU di Jakarta...
Suasana SPBU di Jakarta Usai Harga Pertamax Meroket menjadi Rp16.250 Per Liter
Suasana Pom Bensin Usai...
Suasana Pom Bensin Usai Kenaikan Harga Pertamax Nyaris Rp4.000 per Liter
Rekomendasi
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Paula Verhoeven Dicecar...
Paula Verhoeven Dicecar 30 Pertanyaan soal Kasus Hanania Group, Ini Pengakuannya!
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Berita Terkini
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
Infografis
Hanya 2 Kapal Perusak...
Hanya 2 Kapal Perusak Angkatan Laut Inggris yang Bisa Beroperasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved