Mentan SYL Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Jatim ke 17 Negara

Kamis, 25 Juni 2020 - 20:56 WIB
loading...
Mentan SYL Lepas Ekspor...
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor komoditas pertanian Jawa Timur ke 17 negara. Foto/SINDO/Pramono Putra
A A A
SIDOARJO - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) melepas ekspor 9 komoditas pertanian seberat 2.190 ton asal Provinsi Jawa Timur ke 17 negara. Menunjukkan tren komoditas pertanian tetap meningkat di semester I tahun 2020 ini.

Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian mencatat kenaikan ekspor pertanian sejak Januari hingga pertengahan Juni 2020, yang mencapai 998,1 ribu ton. Angka ini lebih tinggi dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai 812,3 ribu ton.

"Kita buktikan lagi yang tidak terganggu oleh pandemi Covid-19, yang ekspornya juga tetap jalan adalah pertanian," kata SYL saat memberikan arahan pelepasan ekspor secara simbolis di kantor Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Sidoarjo, Kamis (25/6/2020).

SYL mengapresiasi kinerja seluruh pihak yang tetap berproduksi di masa pandemi. Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Jawa Timur hingga esok hari, Mentan menyoroti komoditas baru asal Jatim, daun talas dan konjac atau tepung porang.

Komoditas baru ini dipastikan sehat, aman dan telah memenuhi persyaratan ekspor masing-masing 121,8 ton konjac senilai Rp3,3 miliar ke Thailand dan 5,6 ton daun talas senilai Rp55,5 juta ke pasar Australia.

"Ini membuktikan bahwa kita mampu, kita bisa dan kita harus bangkit. Kami akan mendukung penuh apa yang bisa kita lakukan bersama," ucap Mentan. Baca: Sri Mulyani Pastikan Tidak Potong Anggaran Sektor Pertanian

Selain konjac dan daun talas, ragam komoditas pertanian lainnya adalah kopi, tepung kakao, sarang burung walet, dan pakan ayam. Adapun 17 negara tujuan ekspor antara lain Thailand, Australia, Amerika Serikat, Pakistan, Yunani, Finlandia, Liberia, dan Mesir.

Menurut Mentan, ekspor pertanian itu bagi pemerintah adalah sebuah kebanggaan negara, namun bagi masyarakat adalah sebuah berkah, berkah bagi petani dan pelaku agribisnis serta masyarakat sekitar yang hidup dari sektor itu.

SYL menambahkan, semua negara membutuhkan tanaman daerah tropis sehingga saat ini komoditas pertanian masih bisa diekspor karena komoditas seperti sayur, buah-buahan atau komoditas lainnya sangat dibutuhkan.

"Kita masih bisa ekspor ke berbagai negara itu berarti komoditas kita dibutuhkan, baik sayur, buah-buahan atau komoditas lainnya," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil yang juga mendampingi kunjungan tersebut mengaku siap mengakselerasi ekspor produk pertanian dengan skema kemitraan. Baca: 6.000 Ton Bungkil Kelapa Diekspor ke India di Masa Pandemi Covid-19

"Kami memiliki klinik ekspor yang dilengkapi dengan aplikasi peta ekspor. Potensi dan sentra dapat dimonitor dan dapat dijadikan landasan bagi pengembangan kawasan pertanian berbasis ekspor," jelas Jamil.

Informasi pada klinik ekspor dapat diakses melalui kantor layanan karantina pertanian ditanah air.

"Layanan ini adalah bagian dari lima langkah strategis Kementerian Pertanian untuk mencapai target Gerakan Tigakali Lipat Ekspor, Gratieks," terang Jamil yang juga didampingi Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Mussyafak Fauzi.
(bon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Garudafood dan Pemkab...
Garudafood dan Pemkab Sumedang Jalin Kemitraan Strategis Pengembangan Pertanian Kacang Tanah
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Waka MPR Ibas: Kelancaran...
Waka MPR Ibas: Kelancaran Irigasi Kunci Sukses Ketahanan Pangan Nasional
Rekomendasi
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Aturan Baru FIFA Makan...
Aturan Baru FIFA Makan Korban Pertama: Almiron Dikartu Merah Gara-Gara Tutup Mulut
Berita Terkini
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved