5 Anak Perusahaan Pertamina, dari Bisnis BBM hingga Rumah Sakit dan Pesawat
Senin, 04 Juli 2022 - 10:40 WIB
loading...
A
A
A
Pada 2020, perolehan pendapatan usaha PHE tercatat sebesar USD1.901,43 juta. Pendapatan itu utamanya berasal dari komersialisasi produk minyak mentah sebesar USD933,85 juta atau 49,11% dari total pendapatan. Adapun laba usaha sebesar USD449,55 juta.
Baca juga: BPH Migas: Tak Ada Pengendalian, Kuota BBM Subsidi Habis 4 Bulan Lagi
3. Pertamina Gas Negara (PGN)
Pertamina Gas Negara merupakan transformasi dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina. PGN melakukan kegiatan usaha di bidang transmisi dan niaga gas bumi.
Pada bidang transmisi gas bumi, PGN dan entitas anak/afiliasi memiliki jaringan pipa transmisi di provinsi NAD, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Kalimantan Timur untuk menghubungkan lokasi sumber gas bumi dengan lokasi pengguna akhir gas bumi melalui moda pipa transmisi.
Pada bidang niaga gas bumi, PGN membeli gas bumi dari produsen lalu dijual ke berbagai segmen pengguna akhir, mulai dari pelanggan rumah tangga, pelanggan kecil, pelanggan komersial dan industri, pembangkit listrik, hingga ke sektor transportasi baik melalui moda pipa distribusi gas bumi, CNG, maupun LNG.
Pada bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas, PGN melalui Anak Perusahaan PT Saka Energi Indonesia melakukan kegiatan usaha dalam eksplorasi, eksploitasi, dan pengembangan usaha di bidang minyak dan gas bumi. Produk-produk yang dihasilkan yaitu minyak bumi, gas bumi, LPG, dan LNG.
Sementara pada bidang usaha lainnya, produk yang dihasilkan oleh PGN antara lain jasa sewa fiber optik, jasa konstruksi dan perbaikan (operation & maintenance), serta pengelolaan dan penyewaan gedung dan peralatan.
Jumlah pelanggan PGN saat ini didominasi segmen pelanggan rumah tangga sebesar 99% dari total pelanggan gas bumi PGN.
Namun, berdasarkan volume penyaluran gas bumi ke pelanggan, segmen pelanggan komersial–industri memiliki porsi paling besar. Segmen ini menyerap gas bumi 99% dari total penyaluran gas bumi PGN.
Per 31 Desember 2021, jumlah pelanggan PGN sebanyak 663.877, dengan rincian 659.517 pelanggan segmen pelanggan rumah tangga, 1.896 pelanggan segmen pelanggan kecil, dan 2.464 pelanggan segmen komersial dan industri.
Pada 2021, PGN menyalurkan gas bumi kepada seluruh pelanggan niaga sebanyak 871 BBTUD, mengalami peningkatan sebesar 43 BBTUD atau 5% dibandingkan penyaluran gas bumi tahun 2020.
Selama 2021, PGN membukukan pendapatan neto USD3,04 miliar, naik 5,2% dibanding 2020, yang sebesar USD2,89 miliar. Kenaikan pendapatan tersebut disebabkan kenaikan pendapatan segmen usaha niaga gas, minyak dan gas, transportasi minyak dan sewa fiber optic.
Segmen usaha Niaga Gas Bumi merupakan kontributor utama pendapatan, di mana 77% pendapatan Perseroan dikontribusikan dari segmen ini. Pada 2021 pendapatan niaga gas mencapai USD2.342,6 juta.
Baca juga: Tabung Gas Meledak Terkena Tumpahan Bensin, Toko di Sampang Ludes
4. PT Pertamina Bina Medika IHC (Pertamedika IHC)
Didirikan pada 21 Oktober 1997, di mana dulunya adalah Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan dan Rumah Sakit (RS) di Jakarta.
Baca juga: BPH Migas: Tak Ada Pengendalian, Kuota BBM Subsidi Habis 4 Bulan Lagi
3. Pertamina Gas Negara (PGN)
Pertamina Gas Negara merupakan transformasi dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina. PGN melakukan kegiatan usaha di bidang transmisi dan niaga gas bumi.
Pada bidang transmisi gas bumi, PGN dan entitas anak/afiliasi memiliki jaringan pipa transmisi di provinsi NAD, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Kalimantan Timur untuk menghubungkan lokasi sumber gas bumi dengan lokasi pengguna akhir gas bumi melalui moda pipa transmisi.
Pada bidang niaga gas bumi, PGN membeli gas bumi dari produsen lalu dijual ke berbagai segmen pengguna akhir, mulai dari pelanggan rumah tangga, pelanggan kecil, pelanggan komersial dan industri, pembangkit listrik, hingga ke sektor transportasi baik melalui moda pipa distribusi gas bumi, CNG, maupun LNG.
Pada bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas, PGN melalui Anak Perusahaan PT Saka Energi Indonesia melakukan kegiatan usaha dalam eksplorasi, eksploitasi, dan pengembangan usaha di bidang minyak dan gas bumi. Produk-produk yang dihasilkan yaitu minyak bumi, gas bumi, LPG, dan LNG.
Sementara pada bidang usaha lainnya, produk yang dihasilkan oleh PGN antara lain jasa sewa fiber optik, jasa konstruksi dan perbaikan (operation & maintenance), serta pengelolaan dan penyewaan gedung dan peralatan.
Jumlah pelanggan PGN saat ini didominasi segmen pelanggan rumah tangga sebesar 99% dari total pelanggan gas bumi PGN.
Namun, berdasarkan volume penyaluran gas bumi ke pelanggan, segmen pelanggan komersial–industri memiliki porsi paling besar. Segmen ini menyerap gas bumi 99% dari total penyaluran gas bumi PGN.
Per 31 Desember 2021, jumlah pelanggan PGN sebanyak 663.877, dengan rincian 659.517 pelanggan segmen pelanggan rumah tangga, 1.896 pelanggan segmen pelanggan kecil, dan 2.464 pelanggan segmen komersial dan industri.
Pada 2021, PGN menyalurkan gas bumi kepada seluruh pelanggan niaga sebanyak 871 BBTUD, mengalami peningkatan sebesar 43 BBTUD atau 5% dibandingkan penyaluran gas bumi tahun 2020.
Selama 2021, PGN membukukan pendapatan neto USD3,04 miliar, naik 5,2% dibanding 2020, yang sebesar USD2,89 miliar. Kenaikan pendapatan tersebut disebabkan kenaikan pendapatan segmen usaha niaga gas, minyak dan gas, transportasi minyak dan sewa fiber optic.
Segmen usaha Niaga Gas Bumi merupakan kontributor utama pendapatan, di mana 77% pendapatan Perseroan dikontribusikan dari segmen ini. Pada 2021 pendapatan niaga gas mencapai USD2.342,6 juta.
Baca juga: Tabung Gas Meledak Terkena Tumpahan Bensin, Toko di Sampang Ludes
4. PT Pertamina Bina Medika IHC (Pertamedika IHC)
Didirikan pada 21 Oktober 1997, di mana dulunya adalah Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan dan Rumah Sakit (RS) di Jakarta.
Lihat Juga :