5 Anak Perusahaan Pertamina, dari Bisnis BBM hingga Rumah Sakit dan Pesawat
Senin, 04 Juli 2022 - 10:40 WIB
loading...
Jumlah anak perusahaan Pertamina sebanyak 13 anak usaha, salah satunya bergerak di bidang penjualan BBM. Foto/Dok MPI/Ahmad Antoni
A
A
A
JAKARTA - Jumlah anak perusahaan PT Pertamina (Persero) sebanyak 13 anak usaha, merujuk data per 31 Desember 2021. Sebelumnya, perusahaan pelat merah ini tercatat memiliki 127 anak usaha yang lantas dipangkas seiring restrukturisasi dan pembentukan Pertamina menjadi holding energi.
Sebagai informasi, pada 12 Juni 2020, resmi terbentuk enam subholding di bawah Pertamina, yaitu Upstream Subholding, Gas Subholding, Refinery and Petrochemical Subholding, New Renewable Energy (NRE) Subholding, Commercial and Trading Subholding, dan Integrated Marine Logistics Subholding.
Pertamina sebagai perseroan negara menjalankan bidang penyelenggaraan usaha energi terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Bermula dari mengelola ladang minyak di Sumatera, perusahaan yang didirikan pada 10 Desember 1957 itu dalam perkembangannya memiliki banyak unit bisnis dan beragam usaha.
Mulai dari eksplorasi migas, Bahan Bakar Minyak (BBM) , petrokimia, ketenagalistrikan, energy terbarukan, logistik, shipping, asuransi, hingga bisnis jasa lainnya seperti rumah sakit, hotel dan maskapai penerbangan.
Dengan besarnya bisnis yang dijalankan, pada tahun buku 2021 Pertamina mencatatkan pendapatan usaha sebesar USD57.509 juta dan laba bersih mencapai USD2.046 juta.
Berikut ini 5 anak usaha Pertamina yang dihimpun SINDOnews, Senin (4/7/2022), dikutip dari Laporan Tahunan 2021 PT Pertamina (Persero) dan masing-masing perusahaan:
1. PT Pertamina Patra Niaga
PT Pertamina Patra Niaga berdiri pada 27 Februari 1997 yang bergerak di hilir migas. Perusahaan memiliki kegiatan bisnis yang ditunjang empat aktivitas utama, yaitu penjualan BBM, penjualan non-BBM, jasa konstruksi, dan jasa lainnya.
Tahun 2020 PT Pertamina Patra Niaga melakukan penjualan BBM sebanyak 2,07 juta Kilo Liter. Pada tahun tersebut, perseroan membukukan laba bersih sebesar USD61,6 juta atau sekitar Rp917,8 miliar dengan asumsi kurs saat ini Rp14.900 per dolar AS.
Selama 20 tahun terakhir, Pertamina Patra Niaga telah berkembang dari pemain minyak dan gas lokal menjadi operator global di berbagai aspek rantai nilai sektor energi, serta melayani ribuan pelanggan di 60 pasar.
Commercial and Trading Subholding merupakan bagian dari rantai kegiatan bisnis hilir Pertamina dan dijalankan melalui PT Pertamina Patra Niaga. Pada 2021, total aset PT Pertamina Patra Niaga mencapai USD12.594 juta.
Baca juga: Beli BBM Subsidi Pakai Aplikasi MyPertamina, Ini Keluhan Para Pengguna
2. PT Pertamina Hulu Energi
PT Pertamina Hulu Energi atau PHE berdiri pada 17 November 1989 dan bergerak di bidang pengelolaan usaha sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) serta energy, baik dalam maupun luar negeri. Perseroan juga menjalankan kegiatan usaha yang terkait dan/atau menunjang kegiatan usaha di bidang migas.
PHE bertugas mengelola Wilayah Kerja (WK) migas PT Pertamina (Persero). Selain itu, PHE merupakan subholding bagi Anak Perusahaan di bidang usaha minyak, gas bumi dan Coal Bed Methane (CBM), serta perusahaan patungan dan perusahaan afiliasi.
Hingga akhir tahun 2020, PHE telah mengelola 37 WK migas dan 57 Anak Perusahaan di bidang usaha migas dan CBM, serta enam Perusahaan Patungan dan dua Perusahaan Afiliasi. Pada tahun yang sama, PHE juga bersiap dalam transformasi menuju Subholding Upstream.
Sebagai informasi, pada 12 Juni 2020, resmi terbentuk enam subholding di bawah Pertamina, yaitu Upstream Subholding, Gas Subholding, Refinery and Petrochemical Subholding, New Renewable Energy (NRE) Subholding, Commercial and Trading Subholding, dan Integrated Marine Logistics Subholding.
Pertamina sebagai perseroan negara menjalankan bidang penyelenggaraan usaha energi terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Bermula dari mengelola ladang minyak di Sumatera, perusahaan yang didirikan pada 10 Desember 1957 itu dalam perkembangannya memiliki banyak unit bisnis dan beragam usaha.
Mulai dari eksplorasi migas, Bahan Bakar Minyak (BBM) , petrokimia, ketenagalistrikan, energy terbarukan, logistik, shipping, asuransi, hingga bisnis jasa lainnya seperti rumah sakit, hotel dan maskapai penerbangan.
Dengan besarnya bisnis yang dijalankan, pada tahun buku 2021 Pertamina mencatatkan pendapatan usaha sebesar USD57.509 juta dan laba bersih mencapai USD2.046 juta.
Berikut ini 5 anak usaha Pertamina yang dihimpun SINDOnews, Senin (4/7/2022), dikutip dari Laporan Tahunan 2021 PT Pertamina (Persero) dan masing-masing perusahaan:
1. PT Pertamina Patra Niaga
PT Pertamina Patra Niaga berdiri pada 27 Februari 1997 yang bergerak di hilir migas. Perusahaan memiliki kegiatan bisnis yang ditunjang empat aktivitas utama, yaitu penjualan BBM, penjualan non-BBM, jasa konstruksi, dan jasa lainnya.
Tahun 2020 PT Pertamina Patra Niaga melakukan penjualan BBM sebanyak 2,07 juta Kilo Liter. Pada tahun tersebut, perseroan membukukan laba bersih sebesar USD61,6 juta atau sekitar Rp917,8 miliar dengan asumsi kurs saat ini Rp14.900 per dolar AS.
Selama 20 tahun terakhir, Pertamina Patra Niaga telah berkembang dari pemain minyak dan gas lokal menjadi operator global di berbagai aspek rantai nilai sektor energi, serta melayani ribuan pelanggan di 60 pasar.
Commercial and Trading Subholding merupakan bagian dari rantai kegiatan bisnis hilir Pertamina dan dijalankan melalui PT Pertamina Patra Niaga. Pada 2021, total aset PT Pertamina Patra Niaga mencapai USD12.594 juta.
Baca juga: Beli BBM Subsidi Pakai Aplikasi MyPertamina, Ini Keluhan Para Pengguna
2. PT Pertamina Hulu Energi
PT Pertamina Hulu Energi atau PHE berdiri pada 17 November 1989 dan bergerak di bidang pengelolaan usaha sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) serta energy, baik dalam maupun luar negeri. Perseroan juga menjalankan kegiatan usaha yang terkait dan/atau menunjang kegiatan usaha di bidang migas.
PHE bertugas mengelola Wilayah Kerja (WK) migas PT Pertamina (Persero). Selain itu, PHE merupakan subholding bagi Anak Perusahaan di bidang usaha minyak, gas bumi dan Coal Bed Methane (CBM), serta perusahaan patungan dan perusahaan afiliasi.
Hingga akhir tahun 2020, PHE telah mengelola 37 WK migas dan 57 Anak Perusahaan di bidang usaha migas dan CBM, serta enam Perusahaan Patungan dan dua Perusahaan Afiliasi. Pada tahun yang sama, PHE juga bersiap dalam transformasi menuju Subholding Upstream.
Lihat Juga :