Dukung Transportasi Rendah Karbon, RI-Inggris Luncurkan Proyek Kota Masa Depan Rp162 Miliar

Selasa, 05 Juli 2022 - 14:41 WIB
loading...
Dukung Transportasi...
Pemerintah Indonesia dan pemerintah Inggris resmi meluncurkan proyek-proyek Kota Masa Depan Senilai Rp162 miliar, Selasa (5/7/2022). Foto/MPI/Herii Purnomo
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan pemerintah Inggris resmi meluncurkan proyek-proyek Kota Masa Depan Senilai 9 juta poundsterling atau setara Rp162 miliar. Proyek kota masa depan merupakan program kerja sama di bidang transportasi hijau.

Adapun proyek tersebut merupakan tindak lanjut dari nota Kesepahaman yang telah ditandatangani antara Menteri Transportasi Inggris dan Indonesia pada Juni 2022.

Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins mengatakan, peluncuran proyek kota masa depan merupakan fase baru kerja sama dalam transportasi rendah karbon.

"Saya bangga mengumumkan peluncuran Program Kota Masa Depan ini, yang berarti mulai hari ini kami memiliki portofolio proyek baru untuk berkolaborasi erat dengan Indonesia dalam meningkatkan transportasi perkotaan, sambil mengatasi perubahan iklim,” ujarnya saat memberikan sambutan pada peluncuran kerja sama antara Indonesia dan Inggris di Westin Hotel, Jakarta, Selasa (5/7/2022).

Baca juga: Integrasi Transportasi Publik Dinilai Ikut Berperan Kurangi Emisi

Menurut dia, proyek-proyek ini akan berkontribusi pada percepatan perjalanan Indonesia menuju transportasi rendah karbon.

Nantinya, sebut Owen, proyek ini akan mewujudkan tujuan bersama untuk mendorong pembangunan ekonomi inklusif, peningkatan kesehatan dan penghidupan.

Selain itu, proyek-proyek ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keberlanjutan transportasi perkotaan dalam arti rendah karbon, tetapi juga dalam arti sosial.

"Semua proyek yang diluncurkan hari ini mencakup intervensi untuk mengatasi masalah kesetaraan gender, dan inklusi sosial (GES) dan meningkatkan akses ke transportasi perkotaan," katanya.



Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Hendro Sugiatno mengatakan, pihaknya menyambut baik pelaksanaan kerja sama yang terjalin antara Indonesia dan Inggris.

"Melalui program ini kami percaya bahwa upaya dalam peningkatan kualitas mobilitas sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi dan penangan dampak perubahan iklim harus sejalan," tukasnya.

"Kerja sama ini diharapkan mengembangkan sistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan," imbuh Hendro.

Adapun nantinya proyek ini akan mendukung beberapa kota di Indonesia termasuk Semarang, Medan, Surabaya, Makassar dan juga DKI Jakarta.

"Saya mengajak rekan-rekan di Kemenhub dan pemerintah provinsi dan kita terkait untuk memiliki program ini, memimpin dalam tahap implementasi sehingga kita bisa memetik manfaat dari progam ini untuk Indonesia," tuturnya.

Baca juga: Kampanye Kelestarian Laut, WNA Inggris Bersama Pria Sumba Keliling Bali Pakai Papan Paddle

Adapun proyek-proyek yang nantinya akan dijalankan dalam kerja sama ini antara lain, membuka peluang untuk kereta api ringan, pengembangan berorientasi transit dan perolehan nilai tanah di Semarang Raya.

Selanjutnya, mengembangkan peralihan ke transportasi rendah karbon melalui peningkatan keselamatan bagi kelompok-kelompok rentan.

Meningkatkan mobilitas perkotaan yang berkelanjutan di kota-kota metropolitan pesisir, lalu dekarbonisasi transportasi inklusif di Indonesia.

Terakhir, mobilitas bersih untuk metropolitan Jakarta untuk meningkatkan tingkat tranportasi rendah karbon di seluruh kota dan melihat bagaimana pendekatan ini dapat ditingkatkan secara nasional.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
IBCSD Dorong Percepatan...
IBCSD Dorong Percepatan Investasi Iklim untuk Dekarbonisasi Industri melalui Forum Bisnis
Uji Coba Penertiban...
Uji Coba Penertiban Truk ODOL Bakal Dimulai 1 Juni 2026, Ini 3 Variabelnya
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Rekomendasi
Di Tengah Salat, Arah...
Di Tengah Salat, Arah Kiblat Berubah! Begini Sejarah Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam
Gugat Polda Metro Jaya,...
Gugat Polda Metro Jaya, Roy Suryo: Penangkapannya Melanggar HAM seperti Film G30S/PKI
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
Berita Terkini
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Infografis
Dukung Sektor Digital...
Dukung Sektor Digital Jadi Pendorong Ekonomi Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved