Kadin: Pandangan Bank Syariah hanya untuk Orang Islam dan Orang Tua Harus Diubah
Selasa, 05 Juli 2022 - 15:14 WIB
loading...
A
A
A
“Sehingga menjadi lebih menarik buat masyarakat dan kalangan pengusaha untuk bergabung dengan bank syariah baik dari sisi produk perbankan maupun pemanfaatan produk pinjaman yang tentunya lebih terasa mudah dan murah serta aman dan nyaman,” katanya Selasa (5/7/2022).
Indonesia, lanjut Taufan, adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Dengan demikian potensi untuk mengakselerasi pertumbuhan industri keuangan syariah sangat besar. Meski begitu indeks literasi dan inklusi keuangan syariah masih rendah di negara dengan mayoritas penduduk muslim.
Pada 2019, tingkat literasi keuangan syariah naik menjadi 8,93% dari sebelumnya 8,1% pada periode survei 2016. Meski mengalami kenaikan, angka tersebut masih jauh di bawah indeks literasi keuangan konvensional yang sebesar 37,72%.
Sementara itu, untuk tingkat inklusi keuangan syariah yang berkaitan dengan pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan syariah sudah mencapai 9,1% untuk bank syariah. Indikator yang sama untuk bank konvensional sudah mencapai 75,28%.
Menurut Taufan, salah satu penyebab rendahnya literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia adanya persepsi bahwa ekonomi dan keuangan syariah hanya untuk orang Islam dan orang tua. Tak hanya itu, masih banyak masyarakat juga yang mengira produk keuangan syariah sama dengan konvensional dan hanya diganti istilah saja, seperti deposito menjadi mudharabah, dan pembiayaan menjadi murabahah.
Indonesia, lanjut Taufan, adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Dengan demikian potensi untuk mengakselerasi pertumbuhan industri keuangan syariah sangat besar. Meski begitu indeks literasi dan inklusi keuangan syariah masih rendah di negara dengan mayoritas penduduk muslim.
Pada 2019, tingkat literasi keuangan syariah naik menjadi 8,93% dari sebelumnya 8,1% pada periode survei 2016. Meski mengalami kenaikan, angka tersebut masih jauh di bawah indeks literasi keuangan konvensional yang sebesar 37,72%.
Sementara itu, untuk tingkat inklusi keuangan syariah yang berkaitan dengan pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan syariah sudah mencapai 9,1% untuk bank syariah. Indikator yang sama untuk bank konvensional sudah mencapai 75,28%.
Menurut Taufan, salah satu penyebab rendahnya literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia adanya persepsi bahwa ekonomi dan keuangan syariah hanya untuk orang Islam dan orang tua. Tak hanya itu, masih banyak masyarakat juga yang mengira produk keuangan syariah sama dengan konvensional dan hanya diganti istilah saja, seperti deposito menjadi mudharabah, dan pembiayaan menjadi murabahah.
Lihat Juga :