Rupiah Diramal Bisa Tembus Rp16.000, Waspadai Orang Kaya Buang Dolar AS
Selasa, 05 Juli 2022 - 20:40 WIB
loading...
Rupiah diramal bisa tembus hingga Rp16.000 per dolar AS. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS dikhawatirkan banyak korporasi dan orang kaya menjual dolar.
Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan bahwa fenomena orang kaya menukar rupiah ke dolar bukan hal baru, aksi spekulasi ini dipicu tren pelemahan rupiah. Menurutnya wajar apabila sebagian masyarakat ingin mengamankan aset dalam bentuk valas. Sejauh ini juga tidak ada larangan penukaran rupiah ke dolar AS.
"Sebenarnya kalau perorangan signifikansinya kecil, yang berisiko adalah korporasi melakukan penukaran dolar secara masif untuk kebutuhan deposito, atau keperluan dalam membayar utang luar negeri," kata Bhima saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (5/7/2022).
Baca Juga: Besok, Rupiah Diramal Bisa Lewati Batas Keramat Rp15.000
Bhima mengatakan selain itu ada kencenderungan ditengah volatilitas nilai tukar pelaku usaha ekspor tidak mengkonversi valas dari penerimaan ekspor. "Akibatnya DHE yang masih berbentuk valas semakin naik tentu ini makin berdampak ke pelemahan rupiah," tuturnya.
Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan bahwa fenomena orang kaya menukar rupiah ke dolar bukan hal baru, aksi spekulasi ini dipicu tren pelemahan rupiah. Menurutnya wajar apabila sebagian masyarakat ingin mengamankan aset dalam bentuk valas. Sejauh ini juga tidak ada larangan penukaran rupiah ke dolar AS.
"Sebenarnya kalau perorangan signifikansinya kecil, yang berisiko adalah korporasi melakukan penukaran dolar secara masif untuk kebutuhan deposito, atau keperluan dalam membayar utang luar negeri," kata Bhima saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (5/7/2022).
Baca Juga: Besok, Rupiah Diramal Bisa Lewati Batas Keramat Rp15.000
Bhima mengatakan selain itu ada kencenderungan ditengah volatilitas nilai tukar pelaku usaha ekspor tidak mengkonversi valas dari penerimaan ekspor. "Akibatnya DHE yang masih berbentuk valas semakin naik tentu ini makin berdampak ke pelemahan rupiah," tuturnya.
Lihat Juga :