Penanganan Aset BLBI Bikin Pakar Gemes, Berikut Sarannya Buat Menkeu Sri Mulyani

Selasa, 05 Juli 2022 - 19:15 WIB
loading...
Penanganan Aset BLBI...
Pakar perbankan ini mengaku, gemes melihat penanganan aset BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) oleh Pemerintah. Ia menyarankan Menkeu, Sri Mulyani belajar dari AS terkait penyelamatan uang negara. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Direktur Center for Banking Crisis (CBC), Achmad Deni Daruri mengaku, gemes melihat penanganan aset BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) oleh Pemerintah. Pria yang akrab disapa kang DD ini menyarankan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani belajar dari Amerika Serikat (AS) terkait penyelamatan uang negara .

Menurutnya Sri Mulyani bisa belajar dari mantan menteri keuangan AS, Timothy Geithner. Di Negeri Paman Sam -julukan AS-, tanpa penyitaan aset, recovery asset TARP (BLBI-nya AS) bisa di atas 100%. Artinya, uang negara yang berhasil diselamatkan cukup tinggi.

Baca Juga: Pemerintah Tagih Dana BLBI Rp110 Triliun Berupa Uang Maupun Saham

Asal tahu saja, Timothy Geithner adalah presiden Federal Reserve Bank of New York dan kemudian menjadi Menteri Keuangan saat krisis berlanjut dari tahun 2008. Dia boleh dibilang pakar recovery rate dunia. Geithner mengajari dunia termasuk IMF dengan recovery assets di tengah krisis ekonomi di atas 100 persen.

Pada 2018, TARP tidak membebani pembayar pajak di Amerika Serikat sepeser pun. Sebaliknya, Departemen Keuangan AS menerima USD3 miliar lebih banyak dari USD439,6 miliar yang dicairkan. Dari jumlah itu, USD376,4 miliar telah dilunasi bank, perusahaan otomotif, dan AIG.

Apa saja hasil positif dari TARP? Kata Deni, bank dan industri mobil bertahan. Kredit bisa meningkat. Timothy tidak mencontoh kekeliruan Geithner, Korea Selatan, dan Thailand dalam mengelola recovery assets di tengah krisis dengan recovery rate yang sangat rendah.

Sebaliknya, kata Deni, Geithner menjadikan ekonomi sebagai panglima di atas pendekatan hukum. Program Bantuan Aset Bermasalah (TARP) dilembagakan oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat setelah krisis keuangan 2008.

TARP menstabilkan sistem keuangan dengan meminta pemerintah membeli sekuritas berbasis hipotek dan saham bank. Dari 2008 hingga 2010, TARP menginvestasikan USD426,4 miliar di perusahaan dan mendapatkan kembali USD441,7 miliar.

"Alhasil, perusahaan sekelas Lehman Brother dibangkrutkan agar menjadi pelajaran bagi konglomerat keuangan lainnya untuk patuh kepada pemerintah sebagai panglima ekonomi dan hukum," ungkapnya.

Mengapa Geithner berhasil? Kata Deni, karena dia didukung para doktor dalam ilmu ekonomi lulusan universitas kelas satu dunia. Jika negara lain sekarang dan di masa depan tidak mampu mencapai recovery rate sebesar minimal 100%, maka negara itu dapat dikatakan sebagai keledai.

Departemen Keuangan AS menetapkan beberapa program di bawah TARP untuk membantu menstabilkan sistem keuangan Amerika Serikat, memulai kembali pertumbuhan ekonomi, dan mencegah penyitaan yang dapat dihindari.

Baca Juga: Berburu Aset Eks BLBI Rp110,45 Triliun, Ditjen Kekayaan Negara Beberkan Mekanismenya

Sekali lagi, mencegah penyitaan. Karena, penyitaan adalah langkah tabu dan keliru dalam upaya meningkatkan recovery rate. Lebih baik mereka yang tidak kooperatif dibangkrutkan total ketimbang disita asetnya.

"Namun, Pemerintah Indonesia tidak pernah berani membangkrutkan konglomerat yang nakal karena vested interest dan conflict of interest," tuturnya.

Motif utama Geithner dalam melakukan bailout adalah keuntungan bagi negara. Di bidang keuangan, bailout adalah tindakan memberikan modal keuangan kepada perusahaan yang hampir bangkrut.

"Tujuan bailout adalah untuk mencegah perusahaan menjadi bangkrut. Kita juga bisa menggunakan istilah untuk menyelamatkan negara-negara yang berada dalam masalah serius. Terkadang motif di balik dana talangan adalah keuntungan," ungkapnya.

Sementara di Indonesia, motif utamanya adalah bailout akan merugikan keuangan negara! Pemerintah Amerika Serikat tidak menyita aset tetapi mengambil alih kontrol perusahaan.

Inilah yang terjadi jika the right man on the right job dilakukan dengan baik. Semua langkah dan strategi dilakukan dengan teori ekonomi yang benar.

"Mereka bukan saja lulusan doktor ekonomi universitas terbaik di dunia tetapi juga lulusan terbaik doktor ekonomi dari universitas terbaik di dunia tersebut. Strategi terbaik dihasilkan dan dieksekusi oleh para jenius," bebernya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
GBK Cetak Pendapatan...
GBK Cetak Pendapatan Rp812 Miliar, Rekor Tertinggi dalam 63 Tahun Pengelolaan
Menko AHY Sebut Proyek...
Menko AHY Sebut Proyek Giant Sea Wall Melindungi Aset Nasional: 70 Kawasan Industri dan 5 KEK
Purbaya Berubah Pikiran,...
Purbaya Berubah Pikiran, Masa Tugas Satgas BLBI Bakal Diperpanjang
Hashim Buka-bukaan Ada...
Hashim Buka-bukaan Ada Oknum Coba Ambil Untung di Lahan Negara: Tolak Tawaran 1.000 Apartemen
Tasyakuran HUT ke-1...
Tasyakuran HUT ke-1 Danantara, Presiden Prabowo Ungkap Peran Pentingnya bagi Indonesia
Uang Saku Peserta Magang...
Uang Saku Peserta Magang Nasional Utuh, Pajak Ditanggung Negara
Hotel Sultan Tercatat...
Hotel Sultan Tercatat sebagai Barang Milik Negara, Pengelolaan Aset Ikuti PMK
Mantan Ketua MK: Denda...
Mantan Ketua MK: Denda Rp11,4 Triliun Bermanfaat bagi Rakyat dan Negara
Efektif Kembalikan Uang...
Efektif Kembalikan Uang Negara, Kejagung Seperti Jalankan UU Perampasan Aset
Rekomendasi
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Lebaran Anak Yatim:...
Lebaran Anak Yatim: Antara Dalil, Tradisi, dan Makna Kepedulian Sosial
Berita Terkini
2 Pembangkit Besar Jadi...
2 Pembangkit Besar Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Jawa, Dirut PLN: Satu Berhasil Pulih
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Lindungi Generasi Muda,...
Lindungi Generasi Muda, Sejumlah Elemen Dukung Standardisasi Kemasan Rokok
Mendag Busan Pastikan...
Mendag Busan Pastikan Harga MinyaKita Tak Jadi Naik
Infografis
Timnas AMIN Ingin Hadirkan...
Timnas AMIN Ingin Hadirkan Sri Mulyani dan Tri Rismaharini di MK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved