Rupiah Keok Imbas Dolar Perkasa, RI Masih Diuntungkan Kenaikan Harga Komoditas

Rabu, 06 Juli 2022 - 13:21 WIB
loading...
Rupiah Keok Imbas Dolar...
Rupiah tertekan karena faktor dolar AS yang kuat. Foto/pexels/ahsanjaya
A A A
JAKARTA - Rupiah dalam sepekan terakhir terus mengalami tekanan terutama terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Bahkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat mata uang Garuda nyaris tembus Rp15.000 per dolar AS.

Senior Executive Vice President PT Bank Central Asia Tbk Branko Windoe mengatakan, pelemahan yang terjadi sekarang ini terutama disebabkan oleh faktor dolar yang kuat. Namun, rupiah sendiri ada di posisi fundamental yang cukup cemerlang.

"Tetapi rupiah sendiri ada di posisi yang bagus. Kita ada surplus neraca perdagangan, surplus current account, kita beruntung beberapa komoditas utama dunia yang sedang naik harganya ini kita punya," ujarnya dalam Market Review IDX, Rabu (6/7/2022).

Baca juga: Rupiah Kian Melemah, Ini Dampak Buruknya yang Harus Cepat Diatasi

Menurut Branko, ekspor Indonesia diuntungkan dengan kenaikan harga sejumlah komoditas sehingga menimbulkan surplus neraca dagang. Faktor itu tentunya positif terhadap rupiah.

"Tetapi memang faktor-faktor yang kita punya itu tentu semua negara lain belum punya, jadi secara komoditas negara-negara besar seperti Euro belum punya, jadi cukup terpukul dengan harga komoditas," jelasnya.

Baca juga: Nyaris Tembus Rp15.000 per USD, Pelemahan Kurs Rupiah Dinilai Masih Wajar

Dengan demikian, mata uangnya terhadap rupiah juga menguat. Branko juga membeberkan bahwa mata uang kawasan juga melemah terhadap rupiah. "Jadi kita lihat rupiah secara fundamental, secara nilai perdagangan itu bagus sekali," katanya.

Adapun Amerika giat menaikkan suku bunga sehingga dolar menarik bagi global, di sisi lain ini membuat rupiah sering koreksi. Secara historis, nilai rupiah sudah tercermin hari ini karena Indonesia punya neraca yang surplus.



"Untuk ke depan tren ini terus berlanjut, karena ekonomi kita berputar, tendensi impor kita juga bertambah, di kemudian hari juga demand-nya besar," tutup Branko.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Rekomendasi
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Produksi RI Minus 2,8...
Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton, Harga Beras Meroket
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved