Kemenhub Targetkan Bangun 10.254 Km Jalur Kereta Api di 2030
Rabu, 06 Juli 2022 - 19:35 WIB
loading...
Pemerintah menargetkan 10.254 kilometer jalur kereta api (KA) telah berhasil dibangun pada tahun 2030 mendatang. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah menargetkan 10.254 kilometer jalur kereta api (KA) telah berhasil dibangun pada tahun 2030 mendatang. Target tersebut dibuat untuk mewujudkan visi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yakni menghadirkan jaringan perkeretaapian yang kompetitif, terintegrasi, berteknologi tinggi, terjangkau serta responsif pada perkembangan.
"Target share kereta api hingga 2030 penumpang dari semua perjalanan adalah sebesar 7 - 9 persen. Sementara share kereta api barang sebesar 11 - 13 persen," Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR yang diselenggarakan pada Rabu (6/7/2022).
Baca Juga: Cegah Kekerasan Seksual di Kereta Api, KAI Kampanye Serentak di Puluhan Stasiun
Menurut dia pembangunan jalur kereta termasuk KA perkotaan sepanjang 3.755 km. Pembangunan tersebut berlokasi di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Terdapat empat Major Project RPJMN 2020-2024 yang menjadi perhatian utama dalam pembangunan yang dilakukan oleh DJKA. Keempat Major Project tersebut mencakup Kereta Api Makassar - Parepare, Kereta Api Cepat Jakarta - Bandung, Peningkatan Kecepatan Jakarta – Surabaya Tahap I Jakarta - Semarang, dan Sistem Angkutan Umum Massal Perkotaan 6 Wilayah Metropolitan (Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang dan Makassar).
Berdasarkan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS), anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 853 triliun. Sementara sejumlah pekerjaan pembangunan yang sudah memanfaatkan pembiayaan alternatif melalui skema konsesi diantaranya ada Kereta Cepat Jakarta-Bandung, LRT Jabodebek, reaktivasi jalur KA Cibatu-Garut, hingga pengembangan jalur KA Bandara Soekarno-Hatta.
"Target share kereta api hingga 2030 penumpang dari semua perjalanan adalah sebesar 7 - 9 persen. Sementara share kereta api barang sebesar 11 - 13 persen," Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR yang diselenggarakan pada Rabu (6/7/2022).
Baca Juga: Cegah Kekerasan Seksual di Kereta Api, KAI Kampanye Serentak di Puluhan Stasiun
Menurut dia pembangunan jalur kereta termasuk KA perkotaan sepanjang 3.755 km. Pembangunan tersebut berlokasi di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Terdapat empat Major Project RPJMN 2020-2024 yang menjadi perhatian utama dalam pembangunan yang dilakukan oleh DJKA. Keempat Major Project tersebut mencakup Kereta Api Makassar - Parepare, Kereta Api Cepat Jakarta - Bandung, Peningkatan Kecepatan Jakarta – Surabaya Tahap I Jakarta - Semarang, dan Sistem Angkutan Umum Massal Perkotaan 6 Wilayah Metropolitan (Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang dan Makassar).
Berdasarkan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS), anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 853 triliun. Sementara sejumlah pekerjaan pembangunan yang sudah memanfaatkan pembiayaan alternatif melalui skema konsesi diantaranya ada Kereta Cepat Jakarta-Bandung, LRT Jabodebek, reaktivasi jalur KA Cibatu-Garut, hingga pengembangan jalur KA Bandara Soekarno-Hatta.
Lihat Juga :