OJK: Kredit Perbankan Capai Rp 6.012,4 Triliun di Mei 2022
Rabu, 06 Juli 2022 - 22:10 WIB
loading...
Otoritas Jasa Keuangan menyebutkan fungsi intermediasi perbankan pada Mei 2022 mencatatkan peningkatan. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan fungsi intermediasi perbankan pada Mei 2022 mencatatkan peningkatan. Adapun kredit perbankan pada Mei 2022 meningkat 9,03%.
"Penyaluran kredit oleh perbankan Mei 2022 sebesar Rp6.012,4 triliun atau tumbuh 9,03% secara year on year. Pertumbuhan kredit didorong peningkatan pada kredit oleh debitur UMKM dan ritel yang tumbuh 10,69% secara year on year," kata Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot, Rabu (6/7/2022).
Baca Juga: Kejahatan Soceng Semakin Marak, OJK Terapkan Langkah Pencegahan
Dia menambahkan, secara sektoral mayoritas sektor utama kredit mencatatkan kenaikan dengan kenaikan terbesar pada sektor manufaktur sebesar 12,4% dan sektor perdagangan sebesar 12,1% secara month to month. Sejalan dengan kredit, dana pihak ketiga (DPK). DPK pada Mei 2022 mencatatkan pertumbuhan 9,93% secara year on year didorong oleh kenaikan giro.
Di tengah perkembangan tersebut, pasar saham Indonesia terpantau terkoreksi. Terkoreksinya pasar saham Indonesia seiring dengan capital outflow di mayoritas negara berkembang.
"Penyaluran kredit oleh perbankan Mei 2022 sebesar Rp6.012,4 triliun atau tumbuh 9,03% secara year on year. Pertumbuhan kredit didorong peningkatan pada kredit oleh debitur UMKM dan ritel yang tumbuh 10,69% secara year on year," kata Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot, Rabu (6/7/2022).
Baca Juga: Kejahatan Soceng Semakin Marak, OJK Terapkan Langkah Pencegahan
Dia menambahkan, secara sektoral mayoritas sektor utama kredit mencatatkan kenaikan dengan kenaikan terbesar pada sektor manufaktur sebesar 12,4% dan sektor perdagangan sebesar 12,1% secara month to month. Sejalan dengan kredit, dana pihak ketiga (DPK). DPK pada Mei 2022 mencatatkan pertumbuhan 9,93% secara year on year didorong oleh kenaikan giro.
Di tengah perkembangan tersebut, pasar saham Indonesia terpantau terkoreksi. Terkoreksinya pasar saham Indonesia seiring dengan capital outflow di mayoritas negara berkembang.
Lihat Juga :