Sandiaga Uno Bagikan Tips Investasi dengan Konsep Fast ke Santri Tanah Datar
Rabu, 06 Juli 2022 - 10:30 WIB
loading...
Menparekraf Sandiaga Uno mendatangi Pondok Pesantren Modern Nurul Ikhlas (PPMNI) di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. FOTO/Istimewa
A
A
A
TANAH DATAR - Menparekraf Sandiaga Uno mendatangi Pondok Pesantren Modern Nurul Ikhlas (PPMNI) di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Sandiaga memberikan beberapa tips ke para santri dalam program pelatihan Santri Digitalpreneur 2022.
Awalnya, Sandiaga ditanya salah satu siswa bernama Vikri (19) soal trading dan investasi online. Padahal, Vikri memiliki keterbatasan berbicara dan motorik tubuh.
"Saya terkejut Vikri ini rupanya sudah cukup maju dalam mengambil peluang dan berani mengambil risiko. Tapi risiko yang diambil itu salah. Karena berinvestasi trading ini adalah harus punya konsep jangka panjang jangan mau cepat puas,” kata Sandiaga di lokasi, Selasa (5/7/2022).
Baca Juga: Masuk Jajaran Menteri Berkinerja Baik dan Layak Nyapres, Ini Kata Sandiaga Uno
Sandiaga pun memberikan konsep ‘FAST’ yakni Fathonah, Amanah, Sidiq, Tabligh. Sandiaga menjelaskan, bermain saham atau investasi tak boleh asal memilih lantaran banyak investasi bodong.
"Mau berinvestasi harus cerdas. Kita melihat jangka panjang apa yang akan dibutuhkan oleh dunia 5-10 tahun ke depan. Contohnya makanan, air, tanah," ucapnya.
Awalnya, Sandiaga ditanya salah satu siswa bernama Vikri (19) soal trading dan investasi online. Padahal, Vikri memiliki keterbatasan berbicara dan motorik tubuh.
"Saya terkejut Vikri ini rupanya sudah cukup maju dalam mengambil peluang dan berani mengambil risiko. Tapi risiko yang diambil itu salah. Karena berinvestasi trading ini adalah harus punya konsep jangka panjang jangan mau cepat puas,” kata Sandiaga di lokasi, Selasa (5/7/2022).
Baca Juga: Masuk Jajaran Menteri Berkinerja Baik dan Layak Nyapres, Ini Kata Sandiaga Uno
Sandiaga pun memberikan konsep ‘FAST’ yakni Fathonah, Amanah, Sidiq, Tabligh. Sandiaga menjelaskan, bermain saham atau investasi tak boleh asal memilih lantaran banyak investasi bodong.
"Mau berinvestasi harus cerdas. Kita melihat jangka panjang apa yang akan dibutuhkan oleh dunia 5-10 tahun ke depan. Contohnya makanan, air, tanah," ucapnya.

Lihat Juga :