BUMN Buka Peluang Kerja Sama, Erick Thohir: Untuk Swasta, Kita Welcome
Jum'at, 26 Juni 2020 - 09:08 WIB
loading...
A
A
A
Secara khusus, Erick Thohir mendorong PT Pertamina memperluas kerja sama dengan pihak swasta untuk bersama-sama ikut mengelola ladang minyak dan gas bumi (migas) yang saat ini dimiliki BUMN perminyakan tersebut. Hal itu diyakini akan membantu perusahaan plat merah itu meningkatkan produksi siap jual (lifting) migasnya.
“Blok-blok migas banyak yang diserahkan Pertamina, tapi lifting minyak terus turun. Sebab itu, perlu membuka peluang kerja sama dengan swasta,” ujar Erick.
Menurut dia kerja sama diperlukan agar pengelolaan hulu migas Pertamina lebih efisien, di samping untuk memperkuat modal investasi kegiatan operasional hulu migas. Pasalnya, bisnis hulu migas membutuhkan biaya besar, sedangkan risikonya cukup tinggi. (Baca juga: Keluarga Ambil Paksa Jenazah Picu tingginya Covid-19 di Jatim)
Tak kalah penting, kolaborasi pengelolaan blok migas juga diharapkan mampu mendongkrak lifting sehingga berkontribusi optimal dalam mendukung perekonomian. “Kerja sama pengelolaan blok migas dengan swasta akan lebih efisien dan hasilnya akan lebih optimal,” kata dia.
Tak hanya Pertamina, Erick juga mendorong perusahaan BUMN lain terus meningkatkan kolaborasi dengan pihak swasta. Di samping itu, pihaknya juga mendorong BUMN dapat terus meningkatkan kerja sama dengan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk terlibat dalan pengadaan di lingkup BUMN.
“Banyak sekali BUMN melibatkan mitra strategis secara tertutup dengan anak cucunya sendiri, tapi sekarang kita dorong agar banyak melibatkan UMKM,” kata dia.
Sebab itu, pihaknya membuat gebrakan memangkas anak cucu BUMN yang tidak sesuai dengan core business-nya sehingga hanya dijadikan untuk melancarkan proyek-proyek secara tertutup. Melalui gebrakan tersebut diharapkan semakin banyak pelaku UMKM yang terlibat dalam pengadaan barang dan jasa dengan tujuan meningkatkan ekonomi. (Baca juga: Separuh dari 65 Juta UMKM Bisa Tumbang Akibat Covid-19)
“Ada sejumlah anak cucu melakukan kegiatan yang memberatkan pelaku UMKM sehingga sulit masuk di program-program BUMN termasuk proyek strategis nasional,” ungkapnya.
“Blok-blok migas banyak yang diserahkan Pertamina, tapi lifting minyak terus turun. Sebab itu, perlu membuka peluang kerja sama dengan swasta,” ujar Erick.
Menurut dia kerja sama diperlukan agar pengelolaan hulu migas Pertamina lebih efisien, di samping untuk memperkuat modal investasi kegiatan operasional hulu migas. Pasalnya, bisnis hulu migas membutuhkan biaya besar, sedangkan risikonya cukup tinggi. (Baca juga: Keluarga Ambil Paksa Jenazah Picu tingginya Covid-19 di Jatim)
Tak kalah penting, kolaborasi pengelolaan blok migas juga diharapkan mampu mendongkrak lifting sehingga berkontribusi optimal dalam mendukung perekonomian. “Kerja sama pengelolaan blok migas dengan swasta akan lebih efisien dan hasilnya akan lebih optimal,” kata dia.
Tak hanya Pertamina, Erick juga mendorong perusahaan BUMN lain terus meningkatkan kolaborasi dengan pihak swasta. Di samping itu, pihaknya juga mendorong BUMN dapat terus meningkatkan kerja sama dengan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk terlibat dalan pengadaan di lingkup BUMN.
“Banyak sekali BUMN melibatkan mitra strategis secara tertutup dengan anak cucunya sendiri, tapi sekarang kita dorong agar banyak melibatkan UMKM,” kata dia.
Sebab itu, pihaknya membuat gebrakan memangkas anak cucu BUMN yang tidak sesuai dengan core business-nya sehingga hanya dijadikan untuk melancarkan proyek-proyek secara tertutup. Melalui gebrakan tersebut diharapkan semakin banyak pelaku UMKM yang terlibat dalam pengadaan barang dan jasa dengan tujuan meningkatkan ekonomi. (Baca juga: Separuh dari 65 Juta UMKM Bisa Tumbang Akibat Covid-19)
“Ada sejumlah anak cucu melakukan kegiatan yang memberatkan pelaku UMKM sehingga sulit masuk di program-program BUMN termasuk proyek strategis nasional,” ungkapnya.
Lihat Juga :