Separuh dari 65 Juta UMKM Bisa Tumbang Akibat COVID-19
Kamis, 25 Juni 2020 - 14:01 WIB
loading...
Sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terancam kolaps akibat dampak pandemi COVID-19. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM memproyeksikan separuh dari 65 juta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bisa tumbang hingga September mendatang terpukul oleh krisis yang diakibatkan pandemi COVID-19.
"Pandemi COVID-19 ini paling memukul sektor UMKM, dan pada September akan banyak yang tumbang dari sekitar 65 juta (UMKM) yang ada," ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Kamis (25/6/2020).
Dia mengungkapkan, ada tiga pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah sebagai langkah pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi, termasuk pemulihan UMKM. Pendekatan pertama adalah pemulihan UMKM dari sisi permintaan atau demand.
"Pemerintah telah memeberikan relaksasi terhadap pinjaman UMKM yang terdampak melalui penundaan cicilan selama 6 bulan dan subsidi kredit, penghapusan pajak. Pemerintah juga telah menyediakan modal kerja baru yang lebih murah," katanya.
(Baca Juga: Menteri Teten Pastikan Program Restrukturisasi Kredit UMKM Berjalan)
"Pandemi COVID-19 ini paling memukul sektor UMKM, dan pada September akan banyak yang tumbang dari sekitar 65 juta (UMKM) yang ada," ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Kamis (25/6/2020).
Dia mengungkapkan, ada tiga pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah sebagai langkah pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi, termasuk pemulihan UMKM. Pendekatan pertama adalah pemulihan UMKM dari sisi permintaan atau demand.
"Pemerintah telah memeberikan relaksasi terhadap pinjaman UMKM yang terdampak melalui penundaan cicilan selama 6 bulan dan subsidi kredit, penghapusan pajak. Pemerintah juga telah menyediakan modal kerja baru yang lebih murah," katanya.
(Baca Juga: Menteri Teten Pastikan Program Restrukturisasi Kredit UMKM Berjalan)
Lihat Juga :