Apresiasi Pengelolaan Homestay di Banyuwangi, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Kamis, 07 Juli 2022 - 13:45 WIB
loading...
A
A
A
Selain homestay di Desa Wisata Adat Osing Kemiren, Wamenparekraf Angela juga meninjau Didus Homestay di Kecamatan Glagah, juga beberapa atraksi lain. Angela menilai sebagian besar homestay di Banyuwangi telah memenuhi faktor-faktor yang amat dibutuhkan wisatawan, terutama di masa pandemi Covid-19. Yakni layanan standar berbasis cleanliness, health, safety, awareness dan environmental sustainability (CHSE) yang mendukung tercapainya pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
"Menginap di homestay juga memberikan pengalaman berwisata yang lebih karena wisatawan dapat merasakan kehidupan masyarakat, berinteraksi dengan masyarakat, dan yang terpenting memberikan dampak ekonomi langsung ke masyarakat," kata Angela.
Angela pun mendorong agar pengembangan homestay dapat terus dilakukan. Tidak hanya di Banyuwangi, tapi juga daerah lain. Kemenparekraf dikatakannya memiliki program peningkatan kapasitas juga kapabilitas. Baik terhadap fasilitas homestay juga sumber daya manusia.
"Kami mendorong pengelola homestay dapat memanfaatkan program ini dengan maksimal sehingga pelayanan yang diberikan kepada wisatawan dapat semakin baik. Ini mudah-mudahan (pengelolaan homestay) dapat direplika di daerah lain," ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi, M. Yanuar Bramuda, mengatakan berkembangnya homestay di Banyuwangi tidak lepas dari kebijakan pemerintah daerah yang membatasi pembangunan hotel kelas melati di Banyuwangi.
"Hanya boleh kelas bintang 3 ke atas, maka yang kita tuju adalah dampaknya ke bawah. Maka tumbuhlah homestay yang kemudian menggerakkan ekonomi masyarakat lokal di Banyuwangi," kata Bramuda.
"Menginap di homestay juga memberikan pengalaman berwisata yang lebih karena wisatawan dapat merasakan kehidupan masyarakat, berinteraksi dengan masyarakat, dan yang terpenting memberikan dampak ekonomi langsung ke masyarakat," kata Angela.
Angela pun mendorong agar pengembangan homestay dapat terus dilakukan. Tidak hanya di Banyuwangi, tapi juga daerah lain. Kemenparekraf dikatakannya memiliki program peningkatan kapasitas juga kapabilitas. Baik terhadap fasilitas homestay juga sumber daya manusia.
"Kami mendorong pengelola homestay dapat memanfaatkan program ini dengan maksimal sehingga pelayanan yang diberikan kepada wisatawan dapat semakin baik. Ini mudah-mudahan (pengelolaan homestay) dapat direplika di daerah lain," ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi, M. Yanuar Bramuda, mengatakan berkembangnya homestay di Banyuwangi tidak lepas dari kebijakan pemerintah daerah yang membatasi pembangunan hotel kelas melati di Banyuwangi.
"Hanya boleh kelas bintang 3 ke atas, maka yang kita tuju adalah dampaknya ke bawah. Maka tumbuhlah homestay yang kemudian menggerakkan ekonomi masyarakat lokal di Banyuwangi," kata Bramuda.
Lihat Juga :