Benarkah Mobil di Atas 1.500 CC Tak Boleh Beli Pertalite, Ini Jawaban Pertamina

Kamis, 07 Juli 2022 - 16:43 WIB
loading...
Benarkah Mobil di Atas...
Pertamina menyatakan bahwa semua pihak harus menunggu aturan pemerintah soal Pertalite. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah lewat Pertamina terus berupaya menjaga agar penggunaan bahan bakar subsidi, seperti Petalite dan solar, tepat sasaran. Sejak Premium yang perlahan mulai dihilangkan, Pertalite menjadi BBM yang dibanyak dikonsumsi masyarakat, termasuk dari kalangan mampu.

Baca juga: Dirut Pertamina Paparkan Jenis Mobil yang Boleh Beli Pertalite, Ini Rinciannya

Salah satu upaya agar BBM subsidi tepat sasaran adalah penggunaan aplikasi MyPertamina saat pembelian di SPBU. Upaya ini mendapat sorotan publik dengan berbagai alasan.

Pertamina menegaskan bahwa secara resmi hingga saat ini belum ada kriteria jenis kendaraan roda empat dan dua yang diperbolehkan mengonsumsi Pertalite dan solar, meski sebelumnya Dirut Pertamina Nicke Widyawati sempat menyebutnya, seperti kendaraan di atas 1.500 CC (mobil) dan di atas 250 CC (motor) tak diperbolehkan mengisi Pertalite.

Namun, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan bahwa keputusan resmi jenis kendaraan yang diperbolehkan atau tidak mengonsumsi Pertalite atau solar akan ditetapkan melalui aturan pemerintah. Menurut Irto, sebaiknya semua pihak menunggu aturan itu agar jelas kriterianya.



"Yang menentukan nanti dari pemerintah," kata Irto saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (7/7/2022).

Perlu diketahui Pertalite dikategorikan sebagai bahan bakar RON 90 dan lebih cocok untuk mesin dengan rasio kompresi 9:1 hingga 10:1. Bila rasio kompresi mesin kendaraan 11:1, namun menggunakan Pertalite, maka yang akan terjadi adalah proses pembakaran telat.

Kondisi itu menyebabkan knocking yang biasanya ditandai gejala tenaga dan torsi berkurang dari biasanya. Mesin dengan rasio kompresi di atas 10:1 memang lebih dianjurkan menggunakan bahan bakar dengan kadar RON di atas 90 seperti halnya Pertamax.

Selain soal tenaga dan torsi, kandungan zat aditif pada bahan bakar RON tinggi biasanya lebih baik. Zat aditif itu ada yang fungsinya membersihkan endapan kotoran pada mesin sehingga lebih awet.

Baca juga: Honda ADV 160 Modifikasi dari Katros Garage Keren Abis, Bisa Ditiru

Kualitas Pertalite yang lebih rendah dari Pertamax juga memungkinkan membuat ruang bakar mesin lebih kotor, terutama pada area injector. Selain itu gambaran umumnya Pertalite akan menghasilkan emisi lebih kotor ketimbang Pertamax.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Pertamina Hulu Rokan...
Pertamina Hulu Rokan Buka Magang Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Syaratnya
Pertamina Dikabarkan...
Pertamina Dikabarkan Melarang Mobil 1.400cc Diisi Pertalite, Ini Daftar Kendaraanya
Survei Nasional: 83,7...
Survei Nasional: 83,7 Persen Publik Puas Kinerja Pertamina
Rekomendasi
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Tak Ada Nama Lionel...
Tak Ada Nama Lionel Messi, Ini Pencetak Gol Terbanyak di Eropa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved