Dapat PMN Rp7,5 Triliun, Garuda Akan Lakukan Right Issue

Kamis, 07 Juli 2022 - 19:37 WIB
loading...
Dapat PMN Rp7,5 Triliun,...
Garuda Indonesia akan melakukan right issue besar-besaran. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) berencana melakukan penerbitan saham baru ( right issue ) dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) kepada para pemegang saham perseroan. Aksi korporasi itu dilakukan untuk menerima penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp7,5 triliun.

Baca juga: Ini Daftar Anak Perusahaan yang Masih Tinggal Bersama Garuda Indonesia

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), right issue kepada para pemegang saham perseroan diketahui sebanyak-banyaknya 225.585.894.911 lembar saham. Jumlah tersebut setara dengam 871,44% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor perseroan.

"Adapun saham baru dalam penambahan modal dengan memberikan HMETD ini akan dikeluarkan dengan nilai nominal per saham sebesar Rp459 atau harga pelaksanaan, mana yang lebih kecil," tulis pihak Garuda tang dikutip oleh MPI, Kamis (7/7/2022).

Pengeluaran saham perseroan melalui penambahan modal dengan memberikan HMETD tersebut akan dilakukan dengan memenuhi syarat-syarat dan harga pelaksanaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal.

Terkait harga pelaksanaan yang ditetapkan berada di bawah nilai nominal saham perseroan, maka Garuda akan mengeluarkan saham kelas baru dengan nilai nominal berbeda sesuai dengan ketentuan Peraturan OJK No. 31/POJK.04/2017 tentang Pengeluaran Saham Dengan Nilai Nominal Berbeda.

Rencana penambahan modal dengan memberikan HMETD kepada pemegang saham diyakini akan berpengaruh positif terhadap kondisi keuangan perseroan melalui semakin kuatnya struktur permodalan serta meningkatkan kemampuan kas untuk memenuhi kebutuhan modal kerja.

Sementara itu dana hasil pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan HMETD, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, seluruhnya akan digunakan perseroan untuk beberapa hal berikut.

Pertama, untuk pemeliharaan pesawat yang tunduk pada sewa armada pesawat go-forward dan perjanjian sewa alternatif. Kemudian untuk biaya dan pengeluaran yang berkaitan dengan restrukturisasi utang perseroan.

Selanjutnya untuk menjaga kebutuhan kas minimum perseroan. Dan terakhir digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional perseroan serta anak perusahaannya, seperti biaya sewa pesawat dan mesin, bahan bakar dan lainnya.

Baca juga: Breaking News! Nathalie Holscher Resmi Gugat Cerai Sule

Dalam pelaksanaannya, Garuda akan meminta restu pemegang saham dalam RUPS tahunan dan RUPS luar biasa yang akan digelar pada 12 Agustus 2022 nanti.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Setelah Arab, GDPS Kembali...
Setelah Arab, GDPS Kembali Kirim Tenaga Profesional untuk Proyek MRO di Korsel
Harga Tiket Pesawat...
Harga Tiket Pesawat Garuda Indonesia Resmi Naik, Begini Penjelasan Dirutnya
Garuda Indonesia Tatap...
Garuda Indonesia Tatap Fase Turnaround 2026: Suntikan Modal Rp23,7 Triliun Jadi Amunisi
Perluas Kerja Sama,...
Perluas Kerja Sama, GDPS Berangkatkan Tenaga Profesional Aviasi ke Arab Saudi
Alasan Utama Maskapai...
Alasan Utama Maskapai BUMN Ini Migrasi ke SAP Cloud ERP Private
Garuda Indonesia Turun...
Garuda Indonesia Turun Kelas: Skytrax Pangkas Status dari Bintang 5 ke Bintang 4
Garuda Hibahkan Pesawat...
Garuda Hibahkan Pesawat untuk Aceh, Wamenhaj: Permudah Jemaah Manasik Haji
Rekomendasi
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
129 Sampul Paspor Bekas...
129 Sampul Paspor Bekas Jemaah Haji Ditemukan Tercecer di Serpong, Imigrasi: Dokumen Lama
Berita Terkini
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved