Peternak Keluhkan Harga Ayam Terjun Bebas

Senin, 13 April 2020 - 22:10 WIB
loading...
A A A
"Ada kenaikan 20-25 persenterutama di Jawa atau maksimal 30 persen itu sudah bagus tapi tetap masih kelebihan suplai. Saat Lebaran kenaikan ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur, karena kalau di Jawa Barat dan DKI justru berkurang karena orangnya mudik. Tapi kalau ada pelarangan mudik, artinya demand saat lebaran tidak ada tambahan, nilai konsumsinya tidak akan melonjak," kata peternak yang sudah berusaha sejak 2003 ini.

Menurutnya, peternak sudah meminta agar pemerintah membuat kebijakan untuk menyikapi adanya over supply ini. Namun kebijakannya hanya reaktif saja.Ketika peternak demo atau melakukan pembagian dan pembakaran ayam-ayam barulah pemerintah turun tangan mengurangi suplai. Kebijakan itu padahal terbukti, harga di tingkat peternak kemudian membaik.

Dia memaparkan, padaJuni 2019 masuk ayam hanya sekitar 230 juta/kg. Saat Juli bagus, peternak rakyat untung. Tapi Juli dan Agustus tidak ada pemangkasan lagi, akhirnyaAgustus-September hancur lagi. September 230 juta lagi, Oktober bagus lagi.

"Bagus itu bukan melebihi acuan Kemendag, tapi peternak bisa dapat untung. Tapi tidak dipakai lagi jadi data yang benar. Bulan Oktober ngawur, sampai Desember. Sebenarnya Februari sudah juga dikurang tapi sudah kedahuluan wabah corona," keluhnya.

Parjuni mengatakan, over supply ayam ini sudah terjadi saat pasar dibanjiri DOC (Day Old Chicken). Tapi seringkali tidak diakui pemerintah.

"Kalaudi rapat, diakui bahwa DOC enggak over supply tapi over di liverbird (ayam hidup) saja. Padahal over supply pasti sudah dimulai dari DOC. Tapi dipelintir bahwa enggak ada over di DOC tapi hanya livebird. Memangnya livebird asalnya dari bata merah? Livebird kan asalnya dariDOC, sumber oversupply ya dari DOC, bukan bersumbernya livebird," ujarnya.

Akibat pemerintah yang tutup mata dengan kondisi peternak membuat peternak seperti 'mayat hidup'. "Banyak orang pajak bertanya usaha rugi tapi kokjalan. Kami ini seperti mayat hidup. Kami hanya menjalankan uangnya pabrik," katanya.

Lantas, dia menggambarkan adanya kelonggaran pabrik yang jatuh tempo bisa 2-3 bulan bahkan 100 hari membuat peternak bertahan. "Kalau dihitung, peternak rakyat ini sudah tidak hidup lagi. Kalau disuruh bayar cash, punya ayam saat panen diambil pabrik sudah habis. Hanya karena waktunya panjang, jadi bisa memutar lagi tapi uang perusahaan. Sebenarnya usaha yang tidak sehat, negara ini sudah dalam kondisi darurat di perunggasan karena peternak rakyat tidak punya modal, bahkan minus dengan asset yang diputar," tutur Parjuni.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Klaster Susu Mulya Abadi...
Klaster Susu Mulya Abadi Jadi Contoh Sukses Program Klasterkuhidupku BRI
Tingkatkan Produksi,...
Tingkatkan Produksi, BRI Berikan Fasilitas Pembiayaan Klaster Peternak Susu di Ponorogo
SIG Bantu Kelompok Peternak...
SIG Bantu Kelompok Peternak Puyuh Andalas Memproduksi 4.000 Telur per Hari
Soal Industri Wajib...
Soal Industri Wajib Serap Susu Lokal, Peternak Ingin Perpres Segera Diterbitkan
Lebih dari 1 Dekade,...
Lebih dari 1 Dekade, Susu Mbok Darmi Berdayakan Peternak Lokal
Tunggu Perpres Diteken,...
Tunggu Perpres Diteken, Peternak Sambut Positif Rencana Pengetatan Impor Susu
Gencar Konsolidasi,...
Gencar Konsolidasi, Marselinus Minta Kader Perindo Palu Aktif Dampingi UMKM dan Peternak
Seskab Teddy Borong...
Seskab Teddy Borong 35 Sapi Boyolali, Peternak Lokal: Alhamdulillah Sangat Terbantu
Qurban Incorporated:...
Qurban Incorporated: Menyatukan Ibadah, Menyebarkan Keadilan
Rekomendasi
Tingkatkan Literasi...
Tingkatkan Literasi Digital Sejak Dini, Mahasiswa FIKOM UP Edukasi Siswa MTs Al-Islamiyah Bogor
Jelang Dilantik sebagai...
Jelang Dilantik sebagai Kepala BGN, Sudaryono Tiba di Istana Negara
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
Berita Terkini
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved