Ini Pesan President dan CEO Ericsson Börje Ekholm di Forum Dialog B20-G20
Jum'at, 08 Juli 2022 - 15:53 WIB
loading...
A
A
A
Ekholm memprediksi kesenjangan terbesar di masa depan mungkin antara mereka yang memiliki akses ke konektivitas dan mereka yang tidak. "Gugus Tugas Digitalisasi mengajak G20 untuk mempercepat pembangunan jaringan berkecepatan tinggi dan berkapasitas tinggi dengan menjadikan investasi jaringan sektor swasta sebagai prioritas," katanya.
Gugus Tugas Digitalisasi secara khusus mengajak G20 untuk mempromosikan persaingan yang adil, mempromosikan standar global, dan menghapus hambatan penyebaran jaringan.
"Kami mengajak G20 untuk mempromosikan persaingan yang adil dan berstandar global, karena ketika market tidak dibatasi oleh pemerintah, dan perusahaan bebas untuk bersaing berdasarkan kemampuan mereka dengan standar global, maka teknologi yang paling terjangkau dan dapat dioperasikan akan berkembang sangat cepat. Hal ini persis seperti yang kita lihat pada industri telekomunikasi dengan standar global The 3rd Generation Partnership Project (3GPP)," paparnya.
Menurutnya, kondisi tersebut memberikan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan jumlah langganan sebanyak 8 miliar pada standar yang sama. "Lebih banyak orang yang berada dalam jangkauan jaringan seluler, daripada mereka yang berada dalam jangkauan listrik," ujarnya.
Saat ini 5G menjadi teknologi seluler penskalaan (scaling) tercepat yang pernah ada. Dalam hal kaya fitur, kini orang dapat berkeliling dunia dengan satu ponsel. Namun yang lebih penting adalah ekosistemnya bersifat global. Sebuah inovasi dari Indonesia ini dapat diluncurkan secara global dalam hitungan detik.
Dalam hal keterjangkauan, kata dia, orang dapat melihat misalnya, bahwa biaya data telah menurun tajam dalam beberapa tahun terakhir. "Sebagai bagian dari Produk Domestik Bruto (PDB), biaya data 1 GB telah turun 40 persen antara tahun 2016 dan 2020," ucapnya.
Gugus Tugas Digitalisasi secara khusus mengajak G20 untuk mempromosikan persaingan yang adil, mempromosikan standar global, dan menghapus hambatan penyebaran jaringan.
"Kami mengajak G20 untuk mempromosikan persaingan yang adil dan berstandar global, karena ketika market tidak dibatasi oleh pemerintah, dan perusahaan bebas untuk bersaing berdasarkan kemampuan mereka dengan standar global, maka teknologi yang paling terjangkau dan dapat dioperasikan akan berkembang sangat cepat. Hal ini persis seperti yang kita lihat pada industri telekomunikasi dengan standar global The 3rd Generation Partnership Project (3GPP)," paparnya.
Menurutnya, kondisi tersebut memberikan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan jumlah langganan sebanyak 8 miliar pada standar yang sama. "Lebih banyak orang yang berada dalam jangkauan jaringan seluler, daripada mereka yang berada dalam jangkauan listrik," ujarnya.
Saat ini 5G menjadi teknologi seluler penskalaan (scaling) tercepat yang pernah ada. Dalam hal kaya fitur, kini orang dapat berkeliling dunia dengan satu ponsel. Namun yang lebih penting adalah ekosistemnya bersifat global. Sebuah inovasi dari Indonesia ini dapat diluncurkan secara global dalam hitungan detik.
Dalam hal keterjangkauan, kata dia, orang dapat melihat misalnya, bahwa biaya data telah menurun tajam dalam beberapa tahun terakhir. "Sebagai bagian dari Produk Domestik Bruto (PDB), biaya data 1 GB telah turun 40 persen antara tahun 2016 dan 2020," ucapnya.
Lihat Juga :