Jumlah Pengusaha Ditarget Tembus 10% dari Angkatan Kerja di 2045
Jum'at, 26 Juni 2020 - 13:20 WIB
loading...
HIPMI menargetkan jumlah pengusaha pada tahun 2045 sejumlah 10 persen dari jumlah angkatan kerja, karena ketangguhan perekonomian nasional sebuah negara salah satu indikatornya bisa dilihat dari rasio jumlah pengusaha. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H. Maming mengatakan, bahwa pihaknya akan berusaha keras meningkatkan jumlah pengusaha Indonesia dan melahirkan konglomerat baru dari HIPMI. Untuk itu, para pengusaha muda yang baru memulai usaha harus dirangkul dan dibimbing agar bisa bertahan dan tidak mudah menyerah.
"Target jumlah pengusaha pada tahun 2045 sejumlah 10 persen dari jumlah angkatan kerja," ujar Maming, dalam Penyamaan Persepsi Tentang Jumlah Pengusaha di Indonesia HIPMI - BPS, di Kantor BPS, Jakarta.
(Baca Juga: Awas Bencana Bonus Demografi, Regulasi Mudah Jadi Pengusaha Dibutuhkan )
Menurutnya, ketangguhan perekonomian nasional sebuah negara salah satu indikatornya bisa dilihat dari rasio jumlah pengusaha dengan jumlah penduduknya. Rata-rata negara maju yang memiliki ekonomi stabil, memiliki rasio pengusaha 14%. Artinya, 14% penduduk di negara tersebut adalah pengusaha. Namun, posisi Indonesia dalam hal rasio jumlah pengusaha masih rendah.
"Menyiapkan sinkronisasi data-data pengusaha Indonesia saat ini dalam rangka menyambut bonus demografi. HIPMI menyiapkan masterplan pengusaha muda untuk 10 tahun ke depan dalam rangka menyambut 50 tahun HIPMI," ucapnya.
Mantan Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan itu mengklaim, akan membuat HIPMI mampu mengambil peran secara aktif untuk mendorong jumlah pengusaha di Indonesia mengalami kenaikan. HIPMI bukan hanya sekadar wadah bagi pengusaha di Indonesia, tapi juga dipersiapkan kepada para generasi yang baru untuk menjadi pengusaha dan terus meningkatkan kualitas pengusaha Indonesia dengan program-program yang disiapkan.
"BPS harus menjadi pusat rujukan data nasional terkait jumlah pengusaha. Patokan definisi pengusaha menggunakan standar ILO. Peralatan pendukung dalam rangka meningkatkan kinerja BPS harus disupport oleh pemerintah secara full," ungkapnya.
"Target jumlah pengusaha pada tahun 2045 sejumlah 10 persen dari jumlah angkatan kerja," ujar Maming, dalam Penyamaan Persepsi Tentang Jumlah Pengusaha di Indonesia HIPMI - BPS, di Kantor BPS, Jakarta.
(Baca Juga: Awas Bencana Bonus Demografi, Regulasi Mudah Jadi Pengusaha Dibutuhkan )
Menurutnya, ketangguhan perekonomian nasional sebuah negara salah satu indikatornya bisa dilihat dari rasio jumlah pengusaha dengan jumlah penduduknya. Rata-rata negara maju yang memiliki ekonomi stabil, memiliki rasio pengusaha 14%. Artinya, 14% penduduk di negara tersebut adalah pengusaha. Namun, posisi Indonesia dalam hal rasio jumlah pengusaha masih rendah.
"Menyiapkan sinkronisasi data-data pengusaha Indonesia saat ini dalam rangka menyambut bonus demografi. HIPMI menyiapkan masterplan pengusaha muda untuk 10 tahun ke depan dalam rangka menyambut 50 tahun HIPMI," ucapnya.
Mantan Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan itu mengklaim, akan membuat HIPMI mampu mengambil peran secara aktif untuk mendorong jumlah pengusaha di Indonesia mengalami kenaikan. HIPMI bukan hanya sekadar wadah bagi pengusaha di Indonesia, tapi juga dipersiapkan kepada para generasi yang baru untuk menjadi pengusaha dan terus meningkatkan kualitas pengusaha Indonesia dengan program-program yang disiapkan.
"BPS harus menjadi pusat rujukan data nasional terkait jumlah pengusaha. Patokan definisi pengusaha menggunakan standar ILO. Peralatan pendukung dalam rangka meningkatkan kinerja BPS harus disupport oleh pemerintah secara full," ungkapnya.
Lihat Juga :