Jilat Ludah Sendiri, Kanada Kembalikan Turbin Gas Rusia Melalui Jerman

Senin, 11 Juli 2022 - 08:15 WIB
loading...
Jilat Ludah Sendiri,...
Kanada akhirnya mengembalikan turbin gas untuk pipa Nordstream 1 yang ditahannya melalui Jerman ke Rusia. Foto/Ilustrasi/Reuters
A A A
JAKARTA - Terus didesak Jerman yang mengalami krisis gas alam akibat menahan komponen penting yang diperlukan untuk pemeliharaan pipa gas Nord Stream 1, Kanada akhirnya mengembalikan peralatan yang ditahannya itu ke Rusia melalui Jerman.

Pengembalian melalui Jerman dilakukan Kanada agar tidak terkesan melanggar sanksi yang diterapkannya sendiri. Langkah itu juga dilakukan di tengah kritik dan tekanan dari Ukraina, yang menjadi alasan negara-negara Barat menerapkan sanksi bagi Rusia.

Baca Juga: Ini Alasan Gas Rusia Sangat Penting untuk Negara di Eropa

Seperti dikutip RT.com, Senin (11/7/2022), Menteri Sumber Daya Alam Kanada Jonathan Wilkinson mengumumkan hal itu pada Sabtu malam. Sang menteri bersikeras menyatakan bahwa langkah itu untuk menjamin kemampuan Eropa untuk mengakses energi yang andal dan terjangkau karena mereka terus beralih dari minyak dan gas Rusia.

Keputusan tersebut mengikuti permintaan Berlin ke Ottawa untuk mengembalikan komponen pipa gas Rusia di tengah kekurangan energi yang berkembang. Sebaliknya, Kiev menekan Kanada untuk tidak mengembalikan peralatan tersebut, dengan alasan bahwa hal itu akan menjadi preseden dan akan mengikis sanksi anti-Rusia.

Menjelaskan keputusannya, pemerintah Kanada menyatakan bahwa tanpa pasokan gas alam yang diperlukan, ekonomi Jerman akan mengalami kesulitan yang sangat signifikan dan masyarakat Jerman berisiko tidak dapat memanaskan rumah mereka saat musim dingin mendekat.

Baca Juga: Ramalan Jayabaya Soal Kiamat yang Sudah Ada di Depan Mata

Dalam langkah terpisah pada hari Sabtu, Ottawa mengumumkan paket sanksi baru terhadap Moskow yang akan berlaku untuk transportasi darat dan pipa dan pembuatan logam dan transportasi, komputer, peralatan elektronik dan listrik, serta mesin.

Bulan lalu, perusahaan gas Rusia Gazprom mengurangi aliran melalui pipa Nord Stream hingga 40% dari kapasitas, dengan alasan risiko operasional setelah peralatan yang dibangun di Kanada oleh Siemens, ditahan dan tak dapat dikembalikan tepat waktu.

Moskow memastikan, pasokan gas ke Eropa akan meningkat jika turbin dikembalikan. Namun, pada 11 Juli, Gazprom akan menutup Nord Stream selama 10 hari untuk pemeliharaan terjadwal. Selama waktu itu, semua aliran gas melalui pipa akan berhenti.

Perselisihan itu terjadi di tengah kebuntuan yang lebih luas antara Rusia dan Uni Eropa, dengan Brussels mencoba untuk menyetop blok itu memperoleh energi dari Rusia dalam upaya untuk mengurangi ketergantungannya pada negara tersebut.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Rekomendasi
Sidang Perdana Dokter...
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar 2 Juli 2026, Roy Suryo Tunggu Praperadilan
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved