Sri Mulyani: Maaf Bapak-bapak Saya Tidak Sebut, Tapi Milenial dan Ibu-ibu yang Hebat
Senin, 11 Juli 2022 - 11:38 WIB
loading...
Menkeu Sri Mulyani Indrawati memberikan pujian terhadap milenial dan Ibu-ibu yang menurutnya lebih hebat dari bapak-bapak soal urusan investasi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menerangkan, investor retail saat ini didominasi oleh dua kelompok, yaitu kelompok perempuan yang menjadi savvy investor dan juga generasi milenial . Hal itu karena Surat Berharga Negara (SBN) retail juga bisa dilakukan secara digital, sehingga bisa menjangkau pasar investor milenial.
"Maaf ya bapak-bapak saya tidak sebut, tetapi milenial dan Ibu-ibu itu yang hebat (investasinya). Maksudnya pembelian SBN ya pak, bukan yang lain," canda Sri Mulyani dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital 2022 secara virtual, Senin (11/7/2022).
Baca Juga: Laris Diborong Milenial, Sri Mulyani Genjot Penjualan SBN Ritel
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ditekankan terus melakukan upaya transformasi keuangan negara menuju digital. Tak hanya SBN, tetapi saat ini Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bisa menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan juga untuk membayar pajak sudah menggunakan e-filing dan e-payment.
Lalu dalam Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau Tax Amnesty Jilid II yang berakhir pada 30 Juni lalu, tidak ada satupun pengusaha atau perorangan datang ke kantor pajak, semuanya dilakukan secara online.
"Maaf ya bapak-bapak saya tidak sebut, tetapi milenial dan Ibu-ibu itu yang hebat (investasinya). Maksudnya pembelian SBN ya pak, bukan yang lain," canda Sri Mulyani dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital 2022 secara virtual, Senin (11/7/2022).
Baca Juga: Laris Diborong Milenial, Sri Mulyani Genjot Penjualan SBN Ritel
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ditekankan terus melakukan upaya transformasi keuangan negara menuju digital. Tak hanya SBN, tetapi saat ini Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bisa menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan juga untuk membayar pajak sudah menggunakan e-filing dan e-payment.
Lalu dalam Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau Tax Amnesty Jilid II yang berakhir pada 30 Juni lalu, tidak ada satupun pengusaha atau perorangan datang ke kantor pajak, semuanya dilakukan secara online.
Lihat Juga :