Suku Bunga AS Naik, Kurs Rupiah Bisa Nyungsep ke Rp15.500 per USD

Senin, 11 Juli 2022 - 14:50 WIB
loading...
Suku Bunga AS Naik,...
Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed kembali memberikan sinyal kenaikan suku bunga acuan alias Fed rate di bulan ini. Risiko stagflasi semakin memperberat prospek pemulihan ekonomi secara global. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed kembali memberikan sinyal kenaikan suku bunga acuan alias Fed rate di bulan ini. Hal ini dilakukan lantaran kenaikan suku bunga sebelumnya belum mampu menangani lonjakan inflasi.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp15.000 per Dolar, Ini Kata Sri Mulyani

Sebagai informasi Federal Reserve sebelumnya mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 0,75% menjadi 1,75% pada Rabu (15/06), demi menekan harga barang yang terus melonjak. Itu adalah kenaikan suku bunga acuan tertinggi yang dilakukan The Fed selama 30 tahun terakhir.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira mengatakan, jika inflasi pada bulan Juni 2022 di Amerika Serikat cenderung meningkat dibanding bulan sebelumnya. Maka pasar keuangan di negara berkembang kembali bergejolak.

Menurutnya, risiko stagflasi semakin memperberat prospek pemulihan ekonomi secara global, dikarenakan inflasi tinggi tapi kesempatan kerja terbatas.

" Nilai tukar rupiah diperkirakan melemah hingga Rp15.200-Rp15.500 per USD karena pengalihan dana ke dollar AS sebagai aset yang aman terus berlanjut. Fed rate dikhawatirkan naik secara agresif dan timbulkan tekanan pada naiknya suku bunga di berbagai negara," kata Bhima saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (11/7/2022).

Baca Juga: Efek Domino Kenaikan Suku Bunga The Fed buat Indonesia

Kenaikan suku bunga bank sentral AS diprediksi akan memberikan dampak berat bagi ekonomi Indonesia, salah satunya membuat rupiah terus melemah.

Seperti diketahui, stagflasi adalah peristiwa ekonomi yang tidak biasa ketika stagnasi dan inflasi terjadi dalam satu waktu yang sama. Kondisi Stagflasi sangat kontradiktif, karena pertumbuhan ekonomi lambat, tingkat pengangguran yang tinggi, namun harga terus mengalami kenaikan.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rekomendasi
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kapolri Diminta Segera...
Kapolri Diminta Segera Lantik Kapolda Jabar, Kalbar, dan Sumbar
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved