Soal Pembatasan Subsidi BBM, Bahlil: Gimana Negara Ini Maju Kalo Diolok-olok Terus
Senin, 11 Juli 2022 - 20:50 WIB
loading...
A
A
A
"Analisa sekarang Rusia menurunkan produksinya hingga 2- 3 juta ton, kemudian negara Timur Tengah hanya bisa menaikkan suplai maksimal 1,5 juta, akan terjadi defisit 1,5 - 2 juta, sehingga diperkirakan harga minyak bisa mencapai USD200 per barel lebih, dan itu bahaya sekali kalau kita tidak melepas ini maka subsidi akan tinggi," kata Bahlil.
Baca juga: 6 Film Thailand Romantis Terbaik, Ada Jatuh Cinta dengan Sahabat Sendiri
Bahlil menjelaskan bahwa pendapatan Indonesia saat ini dalam satu tahun tidak lebih dari Rp2.000 triliun, bahkan paling tinggi mencapai Rp2.100 triliun. Pendapatan itu banyak terkuras untuk subsidi.
"Bayangkan hampir seperempat dari total APBN itu subsidi, ini berbahaya sekali," katanya.
Baca juga: 6 Film Thailand Romantis Terbaik, Ada Jatuh Cinta dengan Sahabat Sendiri
Bahlil menjelaskan bahwa pendapatan Indonesia saat ini dalam satu tahun tidak lebih dari Rp2.000 triliun, bahkan paling tinggi mencapai Rp2.100 triliun. Pendapatan itu banyak terkuras untuk subsidi.
"Bayangkan hampir seperempat dari total APBN itu subsidi, ini berbahaya sekali," katanya.
(uka)
Lihat Juga :