Soal Pembatasan Subsidi BBM, Bahlil: Gimana Negara Ini Maju Kalo Diolok-olok Terus
Senin, 11 Juli 2022 - 20:50 WIB
loading...
Menteri Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa selama ini banyak subsidi yang tak tepat sasaran. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menanggapi pembatasan pembelian BBM subsidi yang dilakukan pemerintah. Menurutnya banyak subsidi yang tidak tepat sasaran karena subsidi yang dilakukan pemerintah bukan terhadap orang, melainkan ke barang.
Baca juga: Bahlil Bakal Sidak ke Holywings: Izin Buat Ngopi Jangan Sampai Kau Pakai Minum Whisky
"Contohnya minyak, masa orang punya mobil bagus pakai minyak subsidi. Jadi kita ini orang mampu juga enggak adil kepada orang yang membutuhkan subsidi," katanya dalam Rilis Survei Indikator Politik Indonesia secara virtual, Senin (11/7/2022).
Bahlil melanjutkan, ketika pemerintah melakukan perubahan tata kelola subsidi kepada orang bukan lagi terhadap barang, maka banyak menuai kritikan dari masyarakat. Padahal langkah itu agar subsidi menjadi tepat sasaran.
"Tapi apa yang terjadi begitu pemerintah mengubah tata kelola subsidi ke orang, pake MyPertamina, ada lagi yang enggak senang, olok-olok itu terus, jadi kapan negara ini maju?" katanya.
Bahlil mengatakan perubahan tata kelola tersebut merupakan mitigasi pemerintah dalam memberikan subsidi tepat sasaran. "Sekarang banyak subsidi kita tidak tepat sasaran, sekarang kalau harga minyak global USD110-120 per barel, kita (pemerintah) itu subsidinya hampir Rp500 triliun," katanya.
Menurut Bahlil harga minyak masih akan terus naik mengingat penurunan produksi Rusia belum bisa diimbangi oleh negara-negara Timur Tengah. Bahkan, Bahlil menyebut harga minyak dunia bisa menembus USD200 per barel.
Baca juga: Bahlil Bakal Sidak ke Holywings: Izin Buat Ngopi Jangan Sampai Kau Pakai Minum Whisky
"Contohnya minyak, masa orang punya mobil bagus pakai minyak subsidi. Jadi kita ini orang mampu juga enggak adil kepada orang yang membutuhkan subsidi," katanya dalam Rilis Survei Indikator Politik Indonesia secara virtual, Senin (11/7/2022).
Bahlil melanjutkan, ketika pemerintah melakukan perubahan tata kelola subsidi kepada orang bukan lagi terhadap barang, maka banyak menuai kritikan dari masyarakat. Padahal langkah itu agar subsidi menjadi tepat sasaran.
"Tapi apa yang terjadi begitu pemerintah mengubah tata kelola subsidi ke orang, pake MyPertamina, ada lagi yang enggak senang, olok-olok itu terus, jadi kapan negara ini maju?" katanya.
Bahlil mengatakan perubahan tata kelola tersebut merupakan mitigasi pemerintah dalam memberikan subsidi tepat sasaran. "Sekarang banyak subsidi kita tidak tepat sasaran, sekarang kalau harga minyak global USD110-120 per barel, kita (pemerintah) itu subsidinya hampir Rp500 triliun," katanya.
Menurut Bahlil harga minyak masih akan terus naik mengingat penurunan produksi Rusia belum bisa diimbangi oleh negara-negara Timur Tengah. Bahkan, Bahlil menyebut harga minyak dunia bisa menembus USD200 per barel.
Lihat Juga :