Mora Telematika Siap IPO, Incar Dana Segar Rp1,03 Triliun

Selasa, 12 Juli 2022 - 13:05 WIB
loading...
Mora Telematika Siap...
Ilustrasi saham. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) perusahaan yang bergerak di industri telekomunikasi melakukan penawaran umum saham perdana sebanyak-banyaknya 2,61 miliar saham biasa atas nama yang merupakan saham baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan. Nilai tersebut setara dengan 11% dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah penawaran umum perdana saham dengan nilai nominal Rp 100 setiap saham.

Direktur Utama MORA Galumbang Menak mengatakan gelaran IPO ini menetapkan harga di kisaran Rp 368 - Rp 396 per saham. Dengan demikian, MORA berpotensi memperoleh dana segar dari aksi korporasi sebanyak-banyaknya Rp 1,03 triliun. Sekitar 85% dana hasil IPO akan dipergunakan untuk investasi, investasi backbone dan access termasuk dengan perangkat dan infrastruktur pasif dan aktif serta pengembangan data center. Investasi tersebut, termasuk juga untuk pembangunan inland cable, ducting dan perangkat penunjang baik aktif maupun pasif infrastruktur.

"Backbone merupakan pembangunan jaringan baik untuk submarine cable maupun inland cable. Saat ini Perseroan memiliki jaringan backbone dari Jakarta-Singapura, yang terdiri dari Submarine Cable dan Inland Cable yang melintasi sepanjang pulau Sumatra, yang disebut dengan Sumatera Backbone," kata dia saat paparan publik, Selasa (12/7/2022).

Baca Juga: 3 Istilah dalam e-IPO yang Harus Diketahui oleh Investor

Tak hanya itu, MORA juga memiliki backbone sepanjang pulau Jawa, serta backbone dari Pulau Bali hingga Nusa Tenggara yang terdiri dari submarine cable dan inland cable. Dana yang diperoleh dari IPO ini akan digunakan untuk rencana pembangunan submarine cable dan inland cable beserta perangkat penunjang baik aktif maupun pasif infrastruktur di beberapa di beberapa pulau di Indonesia, termasuk namun tidak terbatas pada pulau Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan dan Sulawesi.

Selain itu, dana yang diperoleh aksi go public tersebut bakal digunakan untuk peningkatan kapasitas jaringan yang sudah ada dan penambahan kapasitas jaringan yang baru. Perseroan belum dapat mengungkapkan lebih rinci mengenai persentase investasi pada backbone, access, ducting, data center dan perangkat penunjang baik aktif maupun pasif infrastruktur karena saat ini masin dalam tahap perencaaan awal, di mana panjang kabel atau ducting masih dapat berubah tergantung hasil desktop study, inland, marine survey.

Baca Juga: BEI Tutup Kode Domisili Investor per 27 Juni, Data Transaksi Tetap Bisa Diakses

Berdasarkan laporan sekitar 15% akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja dan kegiatan umum usaha perseroan, yaitu biaya operasional dan perawaran jaringan beserta perangkat pendukungnya, biaya instalasi perangkat ke pelanggan dan untuk aktivitas branding dan promosi. PT BNI Sekuritas dan PT Sucor Sekuritas telah ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam penawaran umum perdana saham perseroan.

Jadwal Sementara Penawaran Umum adalah :

Masa Penawaran Awal : 12 - 18 Juli 2022
Perkiraan Tanggal Efektif : 27 Juli 2022
Perkiraan Masa Penawaran Umum : 29 Juli 2022 – 2 Agustus 2022
Perkiraan Tanggal Penjatahan : 2 Agustus 2022
Perkiraan Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik : 3 Agustus 2022
Perkiraan Tanggal Pencatatan pada PT Bursa Efek Indonesia : 4 Agustus 2022
Sebelumnya, perusahaan ini sukses menerbitkan Obligasi pada tahun 2017 dan menerbitkan sukuk melalui penawaran umum berkelanjutan pada tahun 2019, 2020 dan 2021.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC Digital Mengambil...
MNC Digital Mengambil Langkah Strategis Menuju Pencatatan Saham Sekunder di HKEX dengan Pengajuan A1
Efek Free Float 15%,...
Efek Free Float 15%, OJK Kaji Ulang Rencana IPO 2026
Target IPO 2025 Meleset,...
Target IPO 2025 Meleset, BEI Sebut Nilai Fundraise Meningkat
9 Perusahaan Antre IPO,...
9 Perusahaan Antre IPO, Enam Beraset Jumbo
Superbank Resmi Melantai...
Superbank Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia, Himpun Dana Rp2,79 Triliun
OJK Blak-blakan Soal...
OJK Blak-blakan Soal Penyebab Penurunan Jumlah IPO Tahun Ini
OJK Sebut Sekuritas...
OJK Sebut Sekuritas Goreng Saham BEBS Raup Untung Rp14,5 Triliun
Masa Penawaran Awal...
Masa Penawaran Awal Rampung, Emiten Produsen Alat Kebersihan KLIN Mantap IPO
Lepas 200 Juta Lembar...
Lepas 200 Juta Lembar Saham, Importir Buah Ini Yakin Kinerjanya Makin Cemerlang
Rekomendasi
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Berita Terkini
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved