OJK Dorong Perusahaan Komitmen Terapkan GCG
Kamis, 14 Juli 2022 - 18:37 WIB
loading...
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat berbicara di acara the G20/OECD Corporate Governance Forum, side events G20 3rd FMCBG Meeting di Nusa Dua, Bali, Kamis (14/7/2022). Foto/Hatim Varabi
A
A
A
NUSA DUA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong seluruh perusahaan di Indonesia untuk konsisten dalam menerapkan Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik.
“Saatnya kita bangkit bersama dari pandemi yang telah memberikan dampak sosial dan ekonomi. Kita dapat belajar dari filosofi Bali yang mengajarkan untuk hidup selaras dengan alam dan orang lain yang disebut Tri Hita Karana. Keharmonisan antara tiga unsur: ketuhanan, manusia dan alam harus dijaga untuk mencapai kesejahteraan,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat berbicara di acara the G20/OECD Corporate Governance Forum sebagai salah satu side events dari G20 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) Meeting di Nusa Dua, Bali, Kamis (14/7/2022).
Baca Juga: Ini Hasil Pembicaraan Rusia-Ukraina di Istanbul
Di masa pandemi Covid-19, lanjut Wimboh, praktik tata kelola perusahaan menjadi semakin penting karena lembaga keuangan perlu menyesuaikan model bisnis mereka di lingkungan yang cepat berubah, terutama dengan digitalisasi, persaingan yang kuat, dan keuangan yang berkelanjutan. “Tidak hanya untuk meningkatkan peluang, lembaga keuangan juga perlu merespons risiko baru yang disebabkan oleh perkembangan teknologi dan perubahan iklim,” papar Wimboh.
Seperti diketahui, Komite Basel telah merilis makalah konsultatif untuk Prinsip Manajemen dan Pengawasan yang Efektif terhadap Risiko Keuangan Terkait Iklim dan Usulan Perlakuan Kehati-hatian terhadap Aset Kripto. “Memang, kita harus mengikuti bisnis yang sama, risiko yang sama, dan prinsip aturan yang sama untuk memitigasi risiko yang disebabkan oleh digitalisasi,” ujar Wimboh.
“Saatnya kita bangkit bersama dari pandemi yang telah memberikan dampak sosial dan ekonomi. Kita dapat belajar dari filosofi Bali yang mengajarkan untuk hidup selaras dengan alam dan orang lain yang disebut Tri Hita Karana. Keharmonisan antara tiga unsur: ketuhanan, manusia dan alam harus dijaga untuk mencapai kesejahteraan,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat berbicara di acara the G20/OECD Corporate Governance Forum sebagai salah satu side events dari G20 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) Meeting di Nusa Dua, Bali, Kamis (14/7/2022).
Baca Juga: Ini Hasil Pembicaraan Rusia-Ukraina di Istanbul
Di masa pandemi Covid-19, lanjut Wimboh, praktik tata kelola perusahaan menjadi semakin penting karena lembaga keuangan perlu menyesuaikan model bisnis mereka di lingkungan yang cepat berubah, terutama dengan digitalisasi, persaingan yang kuat, dan keuangan yang berkelanjutan. “Tidak hanya untuk meningkatkan peluang, lembaga keuangan juga perlu merespons risiko baru yang disebabkan oleh perkembangan teknologi dan perubahan iklim,” papar Wimboh.
Seperti diketahui, Komite Basel telah merilis makalah konsultatif untuk Prinsip Manajemen dan Pengawasan yang Efektif terhadap Risiko Keuangan Terkait Iklim dan Usulan Perlakuan Kehati-hatian terhadap Aset Kripto. “Memang, kita harus mengikuti bisnis yang sama, risiko yang sama, dan prinsip aturan yang sama untuk memitigasi risiko yang disebabkan oleh digitalisasi,” ujar Wimboh.
Lihat Juga :