Meneropong Perkembangan Kondisi Usaha Jalan Tol di Tengah Pemulihan Ekonomi
Sabtu, 16 Juli 2022 - 17:01 WIB
loading...
Melihat gambaran secara menyeluruh mengenai perkembangan kondisi usaha jalan tol terkini seiring dengan pemulihan ekonomi saat ini, BNI Sekuritas menggelar workshop Perkembangan Kondisi Usaha Jalan Tol 2022. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT BNI Sekuritas (BNIS) salah satu anak perusahaan dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (BBNI) menggelar workshop tentang Perkembangan Kondisi Usaha Jalan Tol 2022. Acara ini ditujukan untuk memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai perkembangan kondisi usaha jalan tol terkini seiring dengan pemulihan ekonomi saat ini.
Baca Juga: Jualan Jalan Tol, Dirut Waskita Karya: Nilai 5 Ruas Mencapai Rp2,98 Triliun
Pulihnya ekonomi pasca pandemi Covid-19 membuat dunia bisnis kini mulai bangkit kembali salah satunya adalah usaha jalan tol. Sebelumnya, selama pandemi, jalan tol mengalami penurunan kepadatan lalu lintas sebagai akibat dari adanya pembatasan sosial.
“Pasca pandemi Covid-10, aktivitas masyarakat terlihat semakin tinggi yang terlihat dari kondisi volum trafik jalan tol yang semakin meningkat. Di samping itu, pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia tengah bertumbuh, sehingga dapat membuka akses dan meningkatkan keterhubungan antar wilayah, daerah dan meningkatkan efisiensi serta produktifitias masyarakat,” ujar Direktur Utama BNI Sekuritas, Agung Prabowo di Jakarta, Jumat (15/7).
Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Pekerjaan Umum (PUPR) membuka peluang investasi jalan tol dengan nilai mencapai Rp82 triliun. Terdapat 41 ruas jalan tol sepanjang 2.500 kilometer (km) yang diharapkan dapat dibangun hingga tahun 2024.
Di sisi lain, berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), hingga Juni 2022, terdapat 2.493,42 km jalan yang telah beroperasi di Indonesia dan tersebar di pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi. Hingga kini, terdapat 66 ruas tol yang telah resmi beroperasi seluruhnya dan 30 ruas tol sedang dalam tahap konstruksi.
Baca Juga: Bakal Ada 16 Ruas Jalan Tol Baru di 2022, Ini Daftarnya
Baca Juga: Jualan Jalan Tol, Dirut Waskita Karya: Nilai 5 Ruas Mencapai Rp2,98 Triliun
Pulihnya ekonomi pasca pandemi Covid-19 membuat dunia bisnis kini mulai bangkit kembali salah satunya adalah usaha jalan tol. Sebelumnya, selama pandemi, jalan tol mengalami penurunan kepadatan lalu lintas sebagai akibat dari adanya pembatasan sosial.
“Pasca pandemi Covid-10, aktivitas masyarakat terlihat semakin tinggi yang terlihat dari kondisi volum trafik jalan tol yang semakin meningkat. Di samping itu, pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia tengah bertumbuh, sehingga dapat membuka akses dan meningkatkan keterhubungan antar wilayah, daerah dan meningkatkan efisiensi serta produktifitias masyarakat,” ujar Direktur Utama BNI Sekuritas, Agung Prabowo di Jakarta, Jumat (15/7).
Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Pekerjaan Umum (PUPR) membuka peluang investasi jalan tol dengan nilai mencapai Rp82 triliun. Terdapat 41 ruas jalan tol sepanjang 2.500 kilometer (km) yang diharapkan dapat dibangun hingga tahun 2024.
Di sisi lain, berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), hingga Juni 2022, terdapat 2.493,42 km jalan yang telah beroperasi di Indonesia dan tersebar di pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi. Hingga kini, terdapat 66 ruas tol yang telah resmi beroperasi seluruhnya dan 30 ruas tol sedang dalam tahap konstruksi.
Baca Juga: Bakal Ada 16 Ruas Jalan Tol Baru di 2022, Ini Daftarnya
Lihat Juga :