Antisipasi Risiko Masa Depan, Asuransi dengan Manfaat Perlindungan Seumur Hidup Jadi Pilihan

Rabu, 20 Juli 2022 - 22:02 WIB
loading...
Antisipasi Risiko Masa Depan, Asuransi dengan Manfaat Perlindungan Seumur Hidup Jadi Pilihan
Ilustrasi foto/pexels/kindel media
A A A
JAKARTA - Manulife Indonesia dan Bank DBS Indonesia bekerja sama meluncurkan MiTreasure Whole Life Legacy (MiWILL), produk perlindungan jiwa yang dapat memberikan ketenangan dalam mempersiapkan masa depan maupun peninggalan berharga untuk keluarga.

Produk anyar ini menawarkan manfaat perlindungan jiwa hingga tertanggung berusia 99 tahun dengan besaran premi dasar tetap selama masa pembayaran premi.

Juga, terdapat manfaat pilihan asuransi tambahan MiTreasure Critical Cover berupa Uang Pertanggungan jika tertanggung terdiagnosa salah satu dari 56 penyakit kritis.

Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Paulus Sutisna mengatakan, kerja sama berkesinambungan dengan Manulife Indonesia ini merupakan komitmen dari Bank DBS Indonesia dalam menjadi mitra yang memberikan layanan finansial yang komprehensif dan fleksibel.

“Produk ini menambah jajaran lini produk bancassurance kami yang sesuai dengan kebutuhan nasabah Bank DBS Indonesia dalam merencanakan kebutuhan finansial di masa depan,“ ujarnya melalui keterangan tertulis, dikutip Rabu (20/7/2022).

Baca juga: Mengenal Asuransi Umum dan Jenis-jenisnya

Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Ryan Charland mengungkapkan, berdasarkan Manulife Asia Care Survey 2022, sebanyak 76% responden Indonesia menyatakan berencana membeli asuransi dalam 12 bulan ke depan, dan asuransi jiwa merupakan salah satu produk yang menjadi prioritas utama.

“Oleh sebab itu, bersama dengan Bank DBS, kami semakin memperkuat komitmen untuk mengembangkan produk asuransi jiwa, yang bertujuan untuk memudahkan keputusan dan membuat hidup menjadi lebih baik bagi nasabah kami,” ucapnya.

Data Manulife Asia Care Survey 2022 menunjukkan bahwa Indonesia merupakan pasar terendah yang terlindungi asuransi, di antara pasar Asia lainnya yang tercakup dalam survei tersebut.

Hal ini sejalan dengan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang juga mencerminkan rendahnya tingkat penetrasi asuransi di Indonesia, yakni 3,11%.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1420 seconds (10.101#12.26)