Gas Rusia Tak Tergantikan Bagi Industri Jerman, Ekonomi Terbesar Eropa Buntu

Kamis, 21 Juli 2022 - 03:00 WIB
loading...
A A A
Pernyataan serupa juga dilontarkan Kepala Ekseskutif Produsen Bahan Kimia yakni H&R, Detlev Wösten. Menurutnya penjatahan gas kepada perusahaan bisa memicu "krisis pasokan besar-besaran dalam ekonomi Jerman".

"Tentu saja, kita harus menghindari orang-orang membeku di rumah mereka. Tetapi kita membutuhkan pendekatan yang seimbang. Kita harus memastikan ekonomi kita dapat terus berfungsi," katanya kepada FT.

Seperti diketahui kekhawatiran akan krisis energi yang membayangi telah meningkat sejak bulan lalu ketika Gazprom, pengekspor gas yang dikendalikan Kremlin, mengurangi aliran ke Jerman melalui pipa Nord Stream 1 sebesar 60%. Kemudian minggu lalu, mereka menutup pipa sepenuhnya dengan alasan adanya perbaikan berkala.

Berlin menuduh Moskow menjadikan ekspor energi sebagai senjata dalam konfliknya dengan Barat, menimbulkan kecemasan pipa itu tidak akan kembali online saat perbaikan selesai Kamis ini.

Jika itu terjadi, Jerman akan gagal mengisi penyimpanan gasnya sebelum musim dingin dan industri hampir pasti akan menghadapi penjatahan. Itu bisa menyebabkan pemotongan produksi dan bahkan penutupan pabrik. Para ekonom mengatakan, bahwa dalam hal ini ekonomi terbesar Eropa itu bisa terjun ke dalam resesi.

Perusahaan sendiri mencari alternatif untuk gas, tetapi bagi sebagian besar, opsinya terbatas. Wösten mengatakan H&R hanya dapat mengganti sekitar 25% dari konsumsi gasnya dengan batu bara dan minyak. "Bagi kami, gas pada dasarnya tidak tergantikan, setidaknya dalam jangka pendek hingga menengah," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Rekomendasi
Jokowi Pasti Hadir ke...
Jokowi Pasti Hadir ke Persidangan dan Tunjukkan Ijazah
Sidang Dokter Tifa Memanas,...
Sidang Dokter Tifa Memanas, Kuasa Hukum Protes JPU Belum Serahkan Berkas BAP
Bea Cukai dan BNN Gagalkan...
Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Ganja dari Thailand
Berita Terkini
Dirut BPJS Kesehatan...
Dirut BPJS Kesehatan Ungkap JKN Dongkrak PDB Rp129 Triliun dan Serap 3,5 Juta Pekerja
Di Tengah Tren Trading,...
Di Tengah Tren Trading, Aplikasi Berizin dan Regulasi Kian Penting Lindungi Investor
MPIX Tunjuk Nurfaizi...
MPIX Tunjuk Nurfaizi Suwandi jadi Komisaris Independen, Pertegas Ekspansi ke Remitansi Pekerja Migran
IHSG Jaga Tren Positif,...
IHSG Jaga Tren Positif, Hari Ini Ditutup Menguat ke 5.744
Siap Hadapi Tantangan...
Siap Hadapi Tantangan Global, Perusahaan Penjaminan Ini Buktikan Tata Kelola yang Sehat dan Resilien
DJP Kejar Pajak Digital,...
DJP Kejar Pajak Digital, Jangan Kaget Pengguna Aplikasi Olahraga Strava Kena PPN 11%
Infografis
10 Negara dengan Ukuran...
10 Negara dengan Ukuran Kaki Terbesar di Dunia, Jerman Juaranya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved