Buka Toko Online di Semarang, Bulog Raih Omzet Rp450 Juta per Tahun
Jum'at, 22 Juli 2022 - 16:42 WIB
loading...
Perum Bulog berhasil meraup omzet hingga Rp 450 juta per tahun dari penjualan toko online miliknya iPangananDotCom wilayah Semarang. FOTO/MPI/Anggie Ariesta
A
A
A
SEMARANG - Perum Bulog berhasil meraup omzet hingga Rp 450 juta per tahun dari penjualan toko online miliknya iPangananDotCom wilayah Semarang. Platform digital tersebut tidak hanya menjual beras akan tetapi juga kebutuhan pokok lain seperti gula hingga minyak goreng.
"Rata-rata omzet per bulan itu Rp 30 - Rp 45 juta. Sehari rata-rata Rp 1 - Rp 1,4 juta. Kami optimistis ke depan akan terus tumbuh lebih baik lagi," kata Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Tengah Sri Muniati saat ditemui di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (22/7/2022).
Baca Juga: Pastikan Daging Bebas PMK, Direksi Bulog Inspeksi Langsung ke India
iPangananDotCom merupakan toko online hasil kerjasama Perum Bulog dengan SSI (StoreSend Indonesia). Platform ini hadir di 11 kota besar, meliputi Jakarta,Tangerang, Bogor, Karawang, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Medan,dan Makassar.
Konsep yang ditawarkan adalah hyperlocal, yakni menyediakan stok bahan pangan di titik lokasi gudang, sehingga tercipta efisiensi waktu proses pengiriman. Konsep ini menjadi nilai tambah dalam menjamin kelancaran berbelanja menjadi praktis dan cepat.
"Rata-rata omzet per bulan itu Rp 30 - Rp 45 juta. Sehari rata-rata Rp 1 - Rp 1,4 juta. Kami optimistis ke depan akan terus tumbuh lebih baik lagi," kata Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Tengah Sri Muniati saat ditemui di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (22/7/2022).
Baca Juga: Pastikan Daging Bebas PMK, Direksi Bulog Inspeksi Langsung ke India
iPangananDotCom merupakan toko online hasil kerjasama Perum Bulog dengan SSI (StoreSend Indonesia). Platform ini hadir di 11 kota besar, meliputi Jakarta,Tangerang, Bogor, Karawang, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Medan,dan Makassar.
Konsep yang ditawarkan adalah hyperlocal, yakni menyediakan stok bahan pangan di titik lokasi gudang, sehingga tercipta efisiensi waktu proses pengiriman. Konsep ini menjadi nilai tambah dalam menjamin kelancaran berbelanja menjadi praktis dan cepat.
Lihat Juga :