Juaranya Dompet Digital, GoPay Berpotensi Dongkrak Profitabilitas GOTO
Sabtu, 23 Juli 2022 - 08:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Transaksi Gopay Lebih Besar Dibandingkan Sebelum Pandemi
Bisnis fintech GOTO membukukan Gross Transaction Value (GTV) sebesar Rp214 triliun atau naik 80% Year on Year (YoY) pada 2021. GoPay yang belum lama diperkenalkan sebagai pilihan metode pembayaran di Tokopedia langsung menguasai 76% atau setara Rp6,4 triliun dari total nilai transaksi yang menggunakan uang elektronik pada kuartal keempat 2021. Pada kuartal pertama 2022, dominasinya meningkat menjadi 93% atau setara Rp7,6 triliun.
Persentase konsumen yang menggunakan GoPay untuk transaksi layanan mobilitas dan pesan antar makanan juga tumbuh dari 43% pada kuartal pertama tahun 2021 menjadi 55% pada kuartal pertama tahun 2022.
”Kami yakin masih banyak hal yang belum dilakukan oleh GoTo Financial yang dapat membantu mendongkrak GTV-nya, salah satunya adalah integrasi dengan Bank Jago (kode saham: ARTO). Kami memproyeksikan bahwa GoTo Financial akan mengalami pertumbuhan GTV sebesar +65% YoY di 2022 menjadi Rp 354 triliun,” ungkap Farras.
Bisnis fintech GOTO membukukan Gross Transaction Value (GTV) sebesar Rp214 triliun atau naik 80% Year on Year (YoY) pada 2021. GoPay yang belum lama diperkenalkan sebagai pilihan metode pembayaran di Tokopedia langsung menguasai 76% atau setara Rp6,4 triliun dari total nilai transaksi yang menggunakan uang elektronik pada kuartal keempat 2021. Pada kuartal pertama 2022, dominasinya meningkat menjadi 93% atau setara Rp7,6 triliun.
Persentase konsumen yang menggunakan GoPay untuk transaksi layanan mobilitas dan pesan antar makanan juga tumbuh dari 43% pada kuartal pertama tahun 2021 menjadi 55% pada kuartal pertama tahun 2022.
”Kami yakin masih banyak hal yang belum dilakukan oleh GoTo Financial yang dapat membantu mendongkrak GTV-nya, salah satunya adalah integrasi dengan Bank Jago (kode saham: ARTO). Kami memproyeksikan bahwa GoTo Financial akan mengalami pertumbuhan GTV sebesar +65% YoY di 2022 menjadi Rp 354 triliun,” ungkap Farras.
(akr)
Lihat Juga :