3 Orang Kaya Indonesia yang Punya Bisnis Penerbangan Komersial
Selasa, 26 Juli 2022 - 17:16 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan jenis helikopter mulai dioperasikan akhir 2009 dengan menggunakan Agusta Westland Grand A109S. Sementara satu helikopter Agusta Westland Koala A119Ke mulai bergabung dengan armada pada Maret 2010. Susi diperkirakan memiliki kekayaan sebesar Rp78 miliar.
2. Rusdi Kirana
Nama Rusdi Kirana belum lama ini dibawa-bawa dalam penyerahan pengelolaan Bandara Halim kepada PT Angkasa Transportindo Selaras (ATS). Beberapa hari lalu, PT ATS sempat disebut-sebut sebagai anak perusahaan Lion Air. Belakangan terungkap bahwa status PT ATS sudah tak lagi menjadi bagian Lion Air.
Rusdi Kirana sendiri merupakan pemilik maskapai Lion Air, maskapai terbesar di Indonesia. Dibantu sang kakak, Kusnan Kirana, Rusdi membesut Lion Air pada 1999 dengan modal USD10 juta. Dia menggebrak dunia penerbangan dengan konsep pesawat berbiaya murah.
Ketika Garuda saat ini tengah terkapar akibat ditindih utang ratusan triliun, Lion Air masih bisa mengaum di udara dengan jumlah pesawat lebih dari 140 unit. Sedangkan Garuda hanya menyisakan sekitar 35 pesawat belaka.
Dengan jumlah pesawat sebanyak itu, Lion Air memiliki lebih dari 36 destinasi dan mengoperasikan hingga 226 penerbangan setiap hari. Lion Air ingin menasbihkan dirinya sebagai maskapai yang tak cuma jago kandang, tapi juga mulai "memangsa" pasar regional Asia. Saat ini Lion Air tercatat memiliki setidaknya 6 anak perusahaan yang juga merupakan maskapai penerbangan yang berserak di Indonesia, Malaysia, hingga Thailand.
Tak cukup puas berkecimpung di dunia bisnis penerbangan, Rusdi kemudian masuk gelanggang politik. Pada tahun 2014, Rusdi memutukan bergabung dengan PKB. Di partainya Cak Imin ini, Rusdi sempat menjabat sebagai wakil ketua umum partai. Namun pada 2019 Rusdi mundur dari PKB karena diangkat menjadi Dubes Malaysia. Rusdi menjabat dubes sejak 2017. Sebelumnya, pada 2015 Rusdi dipercaya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
2. Rusdi Kirana
Nama Rusdi Kirana belum lama ini dibawa-bawa dalam penyerahan pengelolaan Bandara Halim kepada PT Angkasa Transportindo Selaras (ATS). Beberapa hari lalu, PT ATS sempat disebut-sebut sebagai anak perusahaan Lion Air. Belakangan terungkap bahwa status PT ATS sudah tak lagi menjadi bagian Lion Air.
Rusdi Kirana sendiri merupakan pemilik maskapai Lion Air, maskapai terbesar di Indonesia. Dibantu sang kakak, Kusnan Kirana, Rusdi membesut Lion Air pada 1999 dengan modal USD10 juta. Dia menggebrak dunia penerbangan dengan konsep pesawat berbiaya murah.
Ketika Garuda saat ini tengah terkapar akibat ditindih utang ratusan triliun, Lion Air masih bisa mengaum di udara dengan jumlah pesawat lebih dari 140 unit. Sedangkan Garuda hanya menyisakan sekitar 35 pesawat belaka.
Dengan jumlah pesawat sebanyak itu, Lion Air memiliki lebih dari 36 destinasi dan mengoperasikan hingga 226 penerbangan setiap hari. Lion Air ingin menasbihkan dirinya sebagai maskapai yang tak cuma jago kandang, tapi juga mulai "memangsa" pasar regional Asia. Saat ini Lion Air tercatat memiliki setidaknya 6 anak perusahaan yang juga merupakan maskapai penerbangan yang berserak di Indonesia, Malaysia, hingga Thailand.
Tak cukup puas berkecimpung di dunia bisnis penerbangan, Rusdi kemudian masuk gelanggang politik. Pada tahun 2014, Rusdi memutukan bergabung dengan PKB. Di partainya Cak Imin ini, Rusdi sempat menjabat sebagai wakil ketua umum partai. Namun pada 2019 Rusdi mundur dari PKB karena diangkat menjadi Dubes Malaysia. Rusdi menjabat dubes sejak 2017. Sebelumnya, pada 2015 Rusdi dipercaya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
Lihat Juga :