Selaras Target BI, BRI Optimistis Pertumbuhan Kredit dan Pembiayaan di 9-11%
Rabu, 27 Juli 2022 - 13:37 WIB
loading...
Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Viviana Dyah Ayu Retno. Foto/MPI/Anggie Ariesta
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) merevisi target pertumbuhan kredit perbankan menjadi lebih tinggi dibanding perkiraan awal tahun menjadi 9-11%. Semula, bank sentral memasang outlook pertumbuhan kredit pada kisaran 6-8% di sepanjang tahun 2022.
Terkait hal itu, Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Viviana Dyah Ayu Retno menegaskan bahwa untuk target pertumbuhan kredit 9-11% secara tahunan (year-on-year/yoy) sudah menjadi target BRI sejak awal tahun.
"Kita estimasi dengan melihat pencapaian sampai Juni 2022, sampai dengan akhir tahun ini kami masih optimistis bahwa untuk pertumbuhan kredit dan juga pembiayaan BRI secara group masih akan tumbuh di antara 9% sampai 11%," paparnya dalam konferensi pers paparan kinerja BRI kuartal II/2022, Rabu (27/7/2022).
Baca juga: Melonjak 98%, Laba Bersih BRI Tembus Rp24,88 Triliun di Semester I 2022
Menurut dia, hal ini tentu didorong oleh beberapa faktor. Pertama, saat ini ada pemulihan dari segi perekonomian, di mana tekanan pandemi sudah mulai membaik, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat juga berangsur mulai ke normal.
Terkait hal itu, Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Viviana Dyah Ayu Retno menegaskan bahwa untuk target pertumbuhan kredit 9-11% secara tahunan (year-on-year/yoy) sudah menjadi target BRI sejak awal tahun.
"Kita estimasi dengan melihat pencapaian sampai Juni 2022, sampai dengan akhir tahun ini kami masih optimistis bahwa untuk pertumbuhan kredit dan juga pembiayaan BRI secara group masih akan tumbuh di antara 9% sampai 11%," paparnya dalam konferensi pers paparan kinerja BRI kuartal II/2022, Rabu (27/7/2022).
Baca juga: Melonjak 98%, Laba Bersih BRI Tembus Rp24,88 Triliun di Semester I 2022
Menurut dia, hal ini tentu didorong oleh beberapa faktor. Pertama, saat ini ada pemulihan dari segi perekonomian, di mana tekanan pandemi sudah mulai membaik, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat juga berangsur mulai ke normal.
Lihat Juga :