alexametrics

RI harus bisa manfaatkan konferensi AFM

loading...
RI harus bisa manfaatkan konferensi AFM
ilustrasi/ist
A+ A-
Sindonews.com - Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi hari ini membuka secara resmi Association of Futures Markets (AFM) 17th Annual Conference 2014 di Nusa Dua, Bali yang diselenggarakan pada 23-25 Februari 2014.

Acara ini dihadiri sekitar 100 delegasi yang merupakan Chief Executive Officer (CEO) dan pelaku usaha bursa berjangka dari 30 negara anggota AFM.

"Kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan konferensi internasional AFM tahunan ke-17 di Bali. Acara ini merupakan momen bagi Indonesia untuk mempromosikan dan mendorong peningkatan industri perdagangan berjangka komoditi serta peluang melakukan berbagai kerja sama ke negara-negara berkembang anggota AFM," ujar dia dalam rilisnya, Senin (24/2/2014).

Menurutnya, ekonomi Indonesia saat ini merupakan salah satu faktor kunci utama pertumbuhan pasar dunia. Pencapaian Indonesia dalam mengantisipasi dan melewati krisis keuangan global cukup luar biasa.

Berdasarkan data World Economic Outlook (2011), International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan Indonesia akan mencapai pertumbuhan tercepat kedua di antara 18 ekonomi terbesar di dunia selama 2009-2015.

Dia menjelaskan bahwa kondisi perekonomian global 2014 diperkirakan membaik. Hal ini ditandai dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi negara yang terkena krisis serta meningkatnya volume perdagangan dunia.

Berdasarkan data IMF, 2013 world output tercatat 2,9 persen, dan pada 2014 diprediksi naik menjadi 3,6 persen, baik di negara maju maupun di negara emerging and developing economies.
 
Bank Dunia memperkirakan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun ini tumbuh 5,3 persen. Bahkan jika pertumbuhan PDB hanya tumbuh di bawah tingkat 5 persen seperti yang terjadi pada krisis ekonomi 2009, maka masa pemulihannya akan lebih cepat dibandingkan negara berkembang lainnya.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak