Pemerintah Luncurkan Gerakan Tanpa Beras, Ganti dengan Pangan Ini

Minggu, 28 Juni 2020 - 15:14 WIB
loading...
Pemerintah Luncurkan...
Pemerintah luncurkan gerakan tanpa beras. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong masyarakat bangga mengonsumsi pangan lokal dengan gerakan diversifikasi pangan. Program diversifikasi pangan tersebut bertujuan mengganti beras sebagai kebutuhan bahan pokok dengan pangan lokal lain yang sehat dan bergizi.

"Kita mengkampanyekan gerakan diversifikasi pangan lokal. Bukan hanya beras tapi juga ubi, jagung, sorgum, sagu, kentang, labu dan lainnya," ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, di Jakarta, Minggu (28/6/2020).

(BACA JUGA: Lega, Kementan Pastikan Jamur Enoki yang Tercemar Tak Beredar)

Menurut dia gerakan diversifikasi pangan dibarengi dengan peta jalan (roadmap) program diversifikasi pangan lokal dengan sumber karbohidrat non beras. "Upaya tersebut dilakukan untuk bersama-sama memperkuat ketahanan pangan," kata dia.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi menjelaskan program diversifikasi pangan dilakukan dari hulu hingga hilir meliputi produksi, pascapanen, stok dan pengolahan, pemasaran hingga pemanfaatan berupa edukasi kepada masyarakat. Program diversifikasi mulai dilakukan sampai tahun depan dengan mendorong pangan lokal pengganti beras meliputi penyediaan pupuk hingga pendampingan.

Disamping itu, menambah area baru untuk pisang sebagai sumber karbohidrat, gerakan tidak mengonsumsi beras dan produk turunannya dalam satu bulan. Program tidak makan beras disesuaikan seusai keunggulan komoditas suatu wilayah. "Fokus komoditas kita ialah ubi kayu, sagu, talas, pisang, kentang, dan jagung," tandasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahan Pangan Masih Impor,...
Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo
H-2 Lebaran, Harga Bahan...
H-2 Lebaran, Harga Bahan Pangan Meroket: Cabai Rawit Merah Rp131.000 per Kg, Daging Rp168.650
Mentan Amran Copot Oknum...
Mentan Amran Copot Oknum ASN yang Sewakan Lahan Negara 300 Hektare
Ekspor Produk Inovatif,...
Ekspor Produk Inovatif, FiberCreme Raih Penghargaan Primaniyarta 2025
Pilar Swasembada Pangan,...
Pilar Swasembada Pangan, Kementan Cetak Ratusan Ribu Petani Muda
Ini Strategi Bapanas...
Ini Strategi Bapanas Tekan Harga Cabai yang Tengah Meroket
Diskriminasi Menahun:...
Diskriminasi Menahun: Daging Sapi Vs Daging Kerbau
Mentan Amran: Rehabilitasi...
Mentan Amran: Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Sumatera Tanggung Jawab Negara
Kementan Bentuk 33 Balai...
Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi
Rekomendasi
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Berita Terkini
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved