Tanpa Gas Rusia, Musim Dingin Akan Uji Persatuan Eropa
Kamis, 28 Juli 2022 - 09:08 WIB
loading...
Musim dingin akan menjadi ujian berat bagi persatuan Uni Eropa (UE) seiring minimnya pasokan gas dari Rusia. Foto/Ilustrasi/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Rencana penjatahan gas yang disepakati Uni Eropa (UE) pada hari Selasa (26/7) mungkin tidak akan bertahan menghadapi ujian musim dingin. Musim dingin akan menguji solidaritas blok tersebut saat penjatahan mulai berdampak luas pada ekonomi masing-masing negara anggotanya.
RT.com yang mengutip majalah Inggris The Economist menuliskan, pemangkasan konsumsi gas dalam jumlah kecil seperti yang disepakati dinilai tidak akan menyelesaikan masalah Benua Biru tersebut. Seperti diketahui, kesepakatan itu mengharuskan sebagian besar negara Uni Eropa mengurangi penggunaan gas alam sebesar 15% antara 1 Agustus dan 31 Maret tahun depan.
Baca Juga: Gas Dipangkas Rusia, Uni Eropa Bisa Pecah, AS Marah-marah
Kesepakatan itu dicapai karena kekhawatiran atas kemungkinan penghentian pasokan gas Rusia. Saat ini pipa Nord Stream 1, jalur utama yang membawa gas alam dari Rusia ke Jerman, hanya beroperasi pada kapasitas 20%.
Raksasa energi Rusia Gazprom mengutip masalah teknis pada turbin sebagai alasan berkurangnya aliran gas. Sementara, UE menuding Moskow menggunakan gas untuk memberikan tekanan politik pada blok tersebut. Di bagian lain, rute gas alternatif melalui Ukraina telah dibatasi oleh Kiev.
"Alasan utama penjatahan adalah untuk memastikan bahwa kekurangan gas Rusia tidak membuat rumah tidak dipanaskan atau pabrik tutup," tulis The Economist. Akan tetapi, menurut publikasi tersebut, keberhasilan rencana itu juga sangat tergantung pada kondisi cuaca.
RT.com yang mengutip majalah Inggris The Economist menuliskan, pemangkasan konsumsi gas dalam jumlah kecil seperti yang disepakati dinilai tidak akan menyelesaikan masalah Benua Biru tersebut. Seperti diketahui, kesepakatan itu mengharuskan sebagian besar negara Uni Eropa mengurangi penggunaan gas alam sebesar 15% antara 1 Agustus dan 31 Maret tahun depan.
Baca Juga: Gas Dipangkas Rusia, Uni Eropa Bisa Pecah, AS Marah-marah
Kesepakatan itu dicapai karena kekhawatiran atas kemungkinan penghentian pasokan gas Rusia. Saat ini pipa Nord Stream 1, jalur utama yang membawa gas alam dari Rusia ke Jerman, hanya beroperasi pada kapasitas 20%.
Raksasa energi Rusia Gazprom mengutip masalah teknis pada turbin sebagai alasan berkurangnya aliran gas. Sementara, UE menuding Moskow menggunakan gas untuk memberikan tekanan politik pada blok tersebut. Di bagian lain, rute gas alternatif melalui Ukraina telah dibatasi oleh Kiev.
"Alasan utama penjatahan adalah untuk memastikan bahwa kekurangan gas Rusia tidak membuat rumah tidak dipanaskan atau pabrik tutup," tulis The Economist. Akan tetapi, menurut publikasi tersebut, keberhasilan rencana itu juga sangat tergantung pada kondisi cuaca.
Lihat Juga :